Berita Bali
Bagaimana Prosedur Penumpang Suspek Terpapar Virus Nipah? Ini Kata BBKK Denpasar
Bagaimana Prosedur Penumpang Suspek Terpapar Virus Nipah? Ini Kata BBKK Denpasar
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Empat unit thermal scanner secara 24 jam standby memonitoring seluruh penumpang yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai baik melalui terminal kedatangan baik domestik maupun internasional.
"Kami dari pengelola bandara berkoordinasi intens dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Denpasar, menyiapkan thermal scanner di kedatangan internasional ada dua unit, dan di kedatangan domestik ada satu unit, dan di VIP juga," kata Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, saat ditemui pada Kamis 29 Januari 2026.
Baca juga: Penularan Virus Nipah dari Kelelawar ke Babi, Warga Diminta Hindari Konsumsi Daging Setengah Matang
Pihaknya juga memastikan dan mengimbau kepada para pengguna jasa apabila mengalami gejala-gejala seperti ciri-ciri terpapar virus Nipah yang disampaikan Kementerian Kesehatan, sebaiknya mohon untuk melapor kepada petugas di bandara maupun petugas BBKK Denpasar yang ada di bandara.
Meskipun tidak terdapat pengawasan khusus bagi WNA India atau rute penerbangan India, seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan virus Nipah di area kedatangan bandara.
Baca juga: Ditinggal Ambil Sapu dan Serok, Motor Warga Gianyar Hilang Saat Dipanaskan di Depan Rumah
Adapun untuk pelayanan rute India di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, saat ini terdapat rute menuju New Delhi, Bengaluru, dan Mumbai yang masing-masing beroperasi satu kali setiap harinya.
Dimana penerbangan reguler dari India ke Bali dilayani oleh dua maskapai yakni IndiGo dan Air India secara pulang-pergi (pp) ke tiga kota besar di India.
"Rata-rata dalam satu hari terdapat pelayanan kepada 792 penumpang datang maupun pergi dari keseluruhan rute India," imbuh Gede Eka Sandi.
Dalam satu bulan rata-rata
24 ribu penumpang datang maupun pergi dari keseluruhan rute India di layani di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Dan jika terdapat penumpang yang suspek terpapar virus Nipah, pihaknya bersama dengan BBKK Denpasar telah memiliki prosedur seperti saat terjadinya pandemi COVID-19.
"Apabila ada pengguna jasa ataupun penumpang yang mengalami gejala-gejala tersebut langsung ditindaklanjuti dan dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah di Denpasar. Tetapi hingga saat ini belum ada penumpang yang terindikasi memiliki gejala terpapar virus Nipah," jelas Gede Eka Sandi.
Sementara itu, ditemui terpisah Kepala BBKK Denpasar, Heri Saputra, menyampaikan pihaknya telah melakukan deteksi dini dengan pemasangan thermal scanner di kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Hal itu dilakukan karena gejala awal serangan virus itu adalah demam tinggi di atas 37,5 derajat Celcius atau 38 derajat Celcius.
Dan petugas BBKK Denpasar yang bertugas 24 jam di Bandara Ngurah Rai mencapai 27 orang dibagi kedalam tiga shift jam kerja baik di terminal internasional maupun domestik.
Jika ada penumpang suspek memiliki gejala terpapar virus Nipah pihaknya akan langsung membawa yang bersangkutan ke dalam ruangan untuk dilakukan pemeriksaan awal.
| Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Masuk Radar Reshuffle, Sempat Disorot Saat Tutup TPA Suwung |
|
|---|
| Pino Bahari Sudah Pulang Dari RS, Biaya Perawatan Ditanggung Jasa Raharja dan BPJS |
|
|---|
| Bayang-bayang Krisis Timur Tengah Tak Goyahkan Harga Pangan Di Bali, Satgas Pastikan Stok Aman |
|
|---|
| HUT Ke-9 AMSI Bali Kumpulkan 33 Kantong Darah |
|
|---|
| Pengurus Kadin Bali Dilantik Hari ini, Anindya Bakrie Siap Jembatani Bali Dengan Pusat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-BBKK-Denpasar-saat-mengawasi-layar-monitor-thermal-scanner-di-Bandara-Ngurah-Rai.jpg)