Operasi Keselamatan Agung
Operasi Keselamatan Agung, Viral Video 'Speeding' Berujung Maut, Netizen Colek Polda Bali
Viralnya video di hari pertama Operasi Keselamatan Agung membuat netizen ramai-ramai menandai akun resmi Polda Bali.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Baru saja genderang Operasi Keselamatan Agung 2026 ditabuh pada Senin 2 Februari 2026 pagi, publik Bali sudah disuguhi pemandangan kontras yang memicu amarah sekaligus keprihatinan.
Sebuah video amatir yang merekam aksi kebut-kebutuhan atau speeding diduga dilakukan sekelompok remaja viral di media sosial, menjadi "PR" bagi aparat yang baru saja memulai operasi.
Video yang diunggah di media sosial memperlihatkan rekaman kamera aksi dari salah satu pengendara.
Pada malam hari, terlihat setidaknya tiga motor bersiap melakukan drag race liar di jalanan umum yang tampak lengang namun tetap berbahaya.
Baca juga: Operasi Keselamatan Agung 2026: Satlantas Polresta Denpasar Tindak 13 Pelanggar di TL Sunset Road
Mereka melesat dengan kecepatan tinggi, saling salip, dan melakukan manuver berbahaya di jalur yang seharusnya menjadi fasilitas publik seolah tanpa memikirkan bahaya bagi orang lain.
Kemudian video tersebut mendadak menampilkan layar merah bertuliskan "CENSOR" saat kecelakaan terjadi. Ditambah caption yang menyebutkan ada korban meninggal dunia.
Viralnya video ini di hari pertama operasi membuat netizen ramai-ramai menandai akun resmi Polda Bali.
Masyarakat mempertanyakan efektivitas patroli malam, mengingat salah satu sasaran utama operasi kali ini adalah perilaku yang membahayakan pengguna jalan lain.
Padahal, di pagi harinya, Irwasda Polda Bali Kombes Pol Asep Ahdiatna mewakili Kapolda Bali baru saja memimpin apel besar-besaran di Mapolda Bali.
Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa angka pelanggaran lalu lintas di Bali naik drastis sebesar 54 persen sepanjang 2024-2025.
"Tingginya angka pelanggaran dan Laka Lantas menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran berlalu lintas masyarakat maupun wisatawan asing di Bali," kata dia.
"Oleh karena itu untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," imbuh Kombes Pol Asep yang juga bertindak sebagai Wasops Keselamatan Agung
Sementara itu, Karendalops Keselamatan Agung, Kombes Pol Soelistijono, menegaskan bahwa operasi yang berlangsung hingga 15 Februari ini akan menitikberatkan pada pelanggaran yang menyebabkan fatalitas kecelakaan.
Berkendara tanpa helm dan di bawah pengaruh alkohol hingga perilaku membahayakan seperti balap liar/speeding.
"Kami mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis, namun penegakan hukum melalui ETLE dan teguran tetap berjalan profesional," tegas Kombes Pol Soelistijono.
Tragedi dalam video viral ini menjadi pengingat pahit bahwa aspal jalanan bukan sirkuit.
Di tengah upaya Polda Bali mewujudkan Kamseltibcarlantas menjelang Hari Raya Idul Fitri, kesadaran masyarakat—terutama kaum muda tetap menjadi kunci utama agar nyawa tidak melayang sia-sia di jalan raya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Operasi-Keselamatan-Agung-Viral-Video-Speeding-Berujung-Maut-Netizen-Colek-Polda-Bali.jpg)