Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Guyup Rukun Selamanya di Bali, Semarak PSJB Rayakan Hari Jadinya ke-9

Sebagai wadah silahturami, komunitas ini juga berkomitmen terus menjaga nilai-nilai kebudayaan nusantara

|
Tribun Bali/Ady Sucipto
POTONG TUMPENG – Sesepuh dan Ketua Putune Syeh Jangkung Bali (PSJB) Sulhadi (kiri) dan Ruslan memotong tumpeng sebagai tanda rasa syukur atas hari jadi yang ke-9 di Gedung SPSI Bali, Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar, Minggu (8/2/2026). Guyup Rukun Selamanya di Bali, Semarak PSJB Rayakan Hari Jadinya ke-9 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Deru suara musik dangdut memecah keheningan pagi di Gedung SPSI,  Jalan Gurita, Sesetan, Kota Denpasar, Bali, Minggu 8 Februari 2026.

Pagi itu, komunitas paseduluran perantau asal Pati, Jawa Tengah, yang terwadahi dalam paguyuban Putune Syeh Jangkung Bali (PSJB) menggelar acara hari jadinya yang ke-9.

Adalah Endang, seorang perempuan asal Pati yang sudah bekerja di Bali selama 9 tahun lamanya menceritakan sedikit pengalamannya. 

Perempuan yang sejak pagi datang ini pun mengaku telah melewati suka dan duka dalam mencari rupiah di Pulau Dewata. 

Baca juga: Rangkaian HUT ke-54, SAR Denpasar Bali Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis

"Sudah sembilan tahun di Bali bekerja," ujarnya dalam sebuah testimoni.

Dia mengaku senang dalam perjalanannya bisa bersilahturahmi antar-sesama saudara perantau dari Kabupaten yang mengusung semboyan "Pati Bumi Mina Tani" ini. 

Selain bisa saling mengenal satu dan lainnya, wadah paguyuban ini juga menambah persaudaraan di Bali.

Sementara dalam kegiatan puncak ulang tahun ke-9 PSJB, selain dihadiri ratusan anggota dari berbagai wilayah di Denpasar, Badung, dan sekitarnya, inti dari acara kegiatan tersebut adalah menjaga keakraban sekaligus mempererat tali persaudaraan di tanah rantau.

"PSJB sudah kesembilan dan semoga bisa mempererat tali silahturahmi antar anggotanya," kata Ketua Panitia Acara Edi Wahono yang diiringi tepukan tangan dan teriakan yel-yel guyup rukun selawase (selalu rukun selamanya, red).

Sebagai informasi, latar belakang anggota PSJB  di Bali cukup beragam. 

Ada yang bekerja sebagai karyawan, bengkel, pekerja di transportasi, pedagang, maupun kantoran.

Hal itu pun diamini oleh Ruslan, Ketua PSJB, dia meminta kepada seluruh anggota untuk terus menjaga kerukunan dan persaudaraan. 

Menghormati adat istiadat, menjaga kekompakan, dan mempererat tali persaudaraan.

"Kita ingin guyup rukun selawase. Dapat mempererat tali persaudaraan dan meneruskan program yang bermanfaat bagi kita semua," ujar Ketua Paguyuban PSJB Ruslan yang juga berprofesi sebagai anggota TNI ini.

Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah mengarungi 9 tahun lamanya.

Sebagai wadah silahturami, komunitas ini juga berkomitmen terus menjaga nilai-nilai kebudayaan nusantara sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi semua anggota.

Turut hadir dalam acara ultah PSJB ke-9 di antaranya dari paguyupan Pager Hijau(Jombang), Magetan (Semar), HKR (Rembang), PSJ (Yogyakara) KJB (Jepara), Segoro (Bojonegoro), Ikawangi (Banyuwangi). Turut pula mengundang kelian banjar Sesetan, Danramil Densel, Kapolsek Densel.

Berawal dari Ngopi

Sementara itu, Sulhadi salah satu sesepuh PSJB mengisahkan awal mula terbentuknya paguyuban paseduluran asal Pati di Bali.

Peristiwa itu bermula pada 2017 silam ketika memasuki bulan Ramadan. 

Bermula dari acara kumpul-kumpul ngopi ringan yang dihadiri tidak sampai 10 orang. 

Namun akhirnya terus berkembang dan makin banyak anggotanya.

Pria yang berprofesi di Korps Bhayangkara Polda Bali ini menyebutkan bahwa PSJB bukan organisasi politik dan tujuannya hanya murni sosial semata.

"Kumpulnya kalau ga salah pas bulan puasa dan sekitar beberapa orang saja. Alhamdulilah dari mulut ke mulut akhirnya kita buat paseduluran jadi kita bikin arisan kecil-kecilan," tuturnya kepada Tribun Bali.

Diakuinya dalam perjalanan PSJB tak lepas dari riak-riak berorganisasi.

" Ya biasalah ada riak-riak kecil, ada yang baik, ada yang sedikit nakal. Itu wajar. Tapi tidak ada permasalahan, semua rukun," kata perwira yang pernah bertugas di Polres Bangli ini.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa PSJB punya nilai-nilai yang ingin terus dipupuk dan dijunjung tinggi dalam eksistensinya. Seperti menjaga rasa hormat, kepedulian dan silahturami dengan sesama.

"Paling bagus kami saling respect, misal orang sakit atau meninggal. Meski bukan anggota, kalo dia dari Pati kita hadir untuk saling bantu. Kami terus menumbuhkan simpati dan empati terhadap sesama," katanya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved