Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Viral Bali

VIRAL Warga Nikah di Kantor PHDI Badung, Ternyata Tanpa Mengurangi Makna Prosesi Upakara

Video tersebut pun ramai di media sosial, lantaran disebut biaya yang dikeluarkan tergolong murah yakni Rp15 juta.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
MEMPELAI - Salah satu warga saat melangsungkan pernikahan di Kantor PHDI Badung, yang videonya sempat ramai di media sosial. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Seorang warga mengabadikan momen pernikahannya, yang dilakukan di kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung.

Video tersebut pun ramai di media sosial, lantaran disebut biaya yang dikeluarkan tergolong murah yakni Rp15 juta.

Ketua PHDI Kabupaten Badung, I Gede Rudia Adiputra, dikonfirmasi Jumat 13 Februari 2026, tidak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengaku, prosesi pernikahan secara Hindu yang dilaksanakan PHDI Badung, sejatinya sudah dilaksanakan sejak 7 tahun yang lalu. Hanya saja baru saat ini ramai di media sosial

"Sudah lama kita laksanakan, Mungkin sudah 7 tahun ya, tapi tidak diekspose. Ini bukan bisnis, murni untuk mebantu umat,” ujar Rudia Adiputra.

Baca juga: SAMPAH Juga Jadi Sorotan Wapres Gibran ke Gubernur Bali, Ini Pesannya Pada Koster

Baca juga: TEWAS Tenggelam di Pantai Canna Nusa Dua, Turis China Awalnya Berenang, Begini Kronologinya!

Menurutnya semua itu dilakukan lantaran ingin membantu krama, yang memang kesulitan dalam biaya pernikahan. Bahkan tanpa mengurangi makna dari prosesi upacara.

"Untuk prosesi pun tidak sembarangan, dalam menggelar upacara pernikahan akan dilakukan seusai dewasa ayu atau hari baik secara agama Hindu," ucapnya.

Terkait biaya untuk satu prosesi upacara, Ia menyebutkan sejatinya dapat lebih murah dari informasi yang beredar.

Sebab dana Rp15 juta yang disebutkan oleh pihak keluarga mempelai, mencakup keseluruhan, seperti biaya banten, tenda, kursi, dan konsumsi.

PHDI Badung sendiri tidak mengenakan biaya tambahan, walaupun prosesi upacara dilakukan di kantor tersebut. "Kalau untuk banten dan sesari pemangku yang muput itu hanya Rp 4 juta," ungkapnya. 

Biaya banten yang murah ini, Rudia Adiputra menerangkan, lantaran hanya menggunakan banten inti saja. Meliputi penyucian dan pembersihan, kemudian atur piuning, sesayut, dan upacara di rumah mempelai wanita dilakukan secara ngayat (tanpa harus ke rumah wanita). 

"Tapi (ngayat) ini sesuai dengan kesepakatan dari kedua mempelai dan keluarga," ucapnya. Selain upacara pernikahan, PHDI Badung juga sempat menggelar upacara mesangih atau potong gigi di Kantor PHDI Badung.

Bahkan dirinya juga memastikan biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. "Dulu ada yang mesangih tiga orang di kantor, itu biayanya sekitar Rp 3,5 juta bertiga," bebernya.

Disinggung syarat melakukan prosesi upacara di Kantor PHDI Badung, Rudia Adiputra menjelaskan, untuk pernikahan diminta melengkapi persyraratan administrasi terlebih dahulu.

Seperti mengurus formulir pernikahan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, surat pindah domisili bagi yang memerlukan, dan melaporkan kepada kelihan adat untuk melaksanakan prosesi upacara.

Selain hal tersebut, mempelai dan keluarga juga diharapkan berkonsultasi terlebih dahulu ke Kantor PHDI Badung.

“Nanti setelah menikah kami berikan buku-buku untuk merawat pernikahan, ada juga pembinaan calon pengantin dari Kementerian Agama, kami juga memberikan surat pernikahan untuk menerbitkan akta pernikahan,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved