Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Anggota DPR RI Nyoman Parta Minta Hilangkan Rasisme Di Bali: 'Nas Berit Dan Dauh Tukad'

Para oknum pendatang ini kerap melakukan tindak kriminal, membuat keonaran, dan tak jarang mengusik orang Bali itu sendiri. 

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Anggota DPR RI Nyoman Parta. Anggota DPR RI Nyoman Parta Minta Hilangkan Rasisme Di Bali: 'Nas Berit Dan Dauh Tukad' 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pulau Bali selama ini bak oase di tengah gurun pasir. 

Bali dinilai menyediakan banyak lapangan pekerjaan, di tengah banyak daerah luar Bali yang minim lapangan kerja. 

Hal itu dikarenakan Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata Internasional, yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Karena itu, banyak masyarakat luar Bali yang datang merantau, meninggalkan keluarganya di kampung untuk menggantungkan harapan bisa hidup layak pada sebuah pulau kecil berjuluk Pulau Seribu Pura ini. 

Baca juga: KOSTER: Kalau Sampai Budaya Bali Punah! Kena Kutuk Raga Ajak Mekejang, Saat Buka Bulan Bahasa Bali

Namun tak sedikit oknum perantau ini yang tak bisa beradaptasi dengan norma-norma yang dijunjung tinggi orang Bali.

Para oknum pendatang ini kerap melakukan tindak kriminal, membuat keonaran, dan tak jarang mengusik orang Bali itu sendiri. 

Masyarakat Bali yang gerah atas kelakuan oknum-oknum pendatang ini pun melahirkan istilah untuk para pendatang sesuai ciri fisik ataupun kewilayahan, seperti 'nas berit' dan 'dauh tukad'.

Belakangan ini, nas berit menjadi perhatian utama masyarakat Bali

Bahkan banjar atau desa adat secara sembunyi-sembunyi telah mengambil sikap tegas. Yakni melarang masyarakat adat pemilik kosan, kontrakan dan pengusaha untuk menerima mereka.

Hal ini dikarenakan banyak oknum nas berit yang berbuat keonaran di wilayah adat. 

Padahal selama ini, masyarakat adat sangat menjaga kesucian wilayah. 

Menurut masyarakat adat, keonaran ini masuk dalam kategori 'mengotori wilayah adat', dan untuk menyucikannya kembali, perlu digelar upacara adat, yang memakan waktu dan biaya yang relatif besar.

Anggota DPR RI, Nyoman Parta mengatakan, pihaknya memahami kegelisahan yang dirasakan masyarakat Bali atas hal-hal negatif yang ditimbulkan oleh para oknum pendatang. 

Meski demikian, Parta meminta agar istilah-istilah rasisme tidak digunakan, karena dapat menimbulkan perpecahan antar warga negara.

Ia pun meminta agar tokoh masyarakat pendatang untuk mengawasi masyarakatnya yang tengah mengadu nasib ke Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved