Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Data Seluler Dimatikan Saat Nyepi, Malam Takbiran Diminta Tanpa Pengeras Suara di Bali 

Data Seluler Dimatikan Saat Nyepi, Malam Takbiran Diminta Tanpa Pengeras Suara di Bali 

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Pelaksanaan takbiran dan penerimaan zakat di Masjid Raya Baiturrahmah, Denpasar, Bali, 12 Mei 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kakanwil Kemenag Bali, I Gusti Made Sunartha beberkan Kesepahaman Seruan Bersama Hari suci Nyepi Caka 1948 yang bertepatan dengan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H. Sunarta menegaskan bahwa Seruan Bersama ini merupakan hasil kesepahaman dan tanggung jawab kolektif lima unsur. 

“Yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, dan Korem 163/Wira Satya,” jelasnya pada, Sabtu 28 Februari 2026. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, kesepakatan ini menjadi pedoman bersama agar seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi baik itu Melasti, Pangrupukan, Sipeng (Catur Brata Penyepian), hingga Ngembak Geni dapat berlangsung khidmat, termasuk penghentian sementara aktivitas transportasi, siaran, dan layanan data seluler sebagaimana diatur. 

Baca juga: Penemuan Mayat di Shortcut Bali, Keluarga Sesalkan Spekulasi Liar di Sosmed, Merdana: Sangat Keliru

“Pada saat yang sama, umat Islam tetap diberikan ruang melaksanakan takbiran di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara dan petasan, pada waktu yang telah ditentukan. Inilah bentuk pengaturan yang bijak, adil, dan saling menghormati dalam bingkai kebersamaan,” imbuhnya. 

Momentum ini menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang diwujudkan mela

Baca juga: Juknis SPMB Masuk Tahap Finalisasi, Ada 4 Jalur Penerimaan Murid Baru di Denpasar Tahun 2026

lui komitmen bersama menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan. Ketika umat Islam menahan diri dalam pelaksanaan takbiran demi menghormati Catur Brata Penyepian, dan umat Hindu memberikan ruang ibadah secara terbatas dan tertib, disitulah harmoni menemukan bentuknya yang paling indah. Rukun bukan berarti sama, tetapi mampu berjalan bersama dalam perbedaan. 

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menaati Seruan Bersama ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, memperkuat koordinasi antara pengurus masjid, prajuru desa adat, pecalang, linmas, dan aparat keamanan, sehingga Nyepi dan Idul Fitri tahun ini benar-benar menjadi simbol kedewasaan spiritual dan kebijaksanaan sosial Bali sebagai rumah bersama yang damai dan harmonis,” tutupnya. 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved