Berita Bali
BKSDA Lepasliarkan 8 Ekor Satwa Hasil Sitaan dan Serahan Masyarakat
BKSDA Bali Lepasliarkan 8 Ekor Satwa Hasil Sitaan dan Serahan Masyarakat
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, bersama Yayasan Pecinta Alam dan Kemanusiaan (PPS) Bali melaksanakan kegiatan pelepasliaran satwa di kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk kelestarian satwa Bali, sepenuh hati alam Bali”.
Kegiatan tersebut sebagai wujud sinergi multipihak dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati di Pulau Bali dan berlangsung oada Jumat (27/2/2026) kemarin.
Adapun satwa-satwa yang dilepasliarkan pada hari ini sebanyak 8 ekor yang berasal dari hasil sitaan BKSDA Bali dan serahan dari masyarakat, yang terdiri dari satu ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), satu ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dua ekor Landak Jawa (Hystrix javanica) dan empat ekor Luwak (Paradoxurus hermaphroditus roditudus).
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI Minggu Kedua Maret 2026, Bunga Rendah, Plafon Pinjaman Hingga Rp500 Juta
Sebelum dinyatakan layak untuk dilepasliarkan satwa-satwa ini telah melalui proses rehabiliasi di PPS Bali dan habituasi untuk memastikan bahwa satwa yang dilepasliarkan mampu beradaptasi dengan baik di habitat barunya, sehingga mereka bisa memperkuat populasi di alam.
Selain itu satwa-satwa yang akan dilepasliarkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kajian kesesuaian habitatnya.
Baca juga: Penilaian Ogoh-ogoh di Jembrana Bali, Juri Kabupaten Bakal Singkirkan 4 Peserta
Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan, dipilih sebagai lokasi pelepasliaran dikarenakan kawasan ini dinilai ideal untuk mendukung karakteristik habitat serta mendukung kelangsungan hidup satwa yang dilepasliarkan.
“Kami memandang bahwa konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satwa, tetapi juga tentang membangun kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama,” kata Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko.
Menurutnya pelepasliaran ini bukan sekedar kegiatan seremonial dan tidak hanya sebatas melepas satwa ke habitatnya.
Namun Balai KSDA Bali bersama mitra akan terus berkomitmen untuk melakukan monitoring pasca pelepasliaran selama beberapa bulan ke depan guna mengamati perkembangan satwa yang telah dilepasliarkan.
| Menatap Pergeseran Gaya Hidup Urban dan Digitalisasi Dari Work From Bali Hingga Berwisata |
|
|---|
| Krisis Air Bali Diperdebatkan, Karya Lucas Justru Memotret Air Sebagai Penjaga Ruang Sekala-Niskala |
|
|---|
| Karya Seni The Octopus Queen Pukau Peserta International Red Bull Cliff Diving di Nusa Penida Bali |
|
|---|
| Bukan Sekadar Tren, Pemkot Denpasar Bali Upayakan Sepeda Jadi Moda Transportasi Inklusif |
|
|---|
| Kemunculan Hiu di Kawasan The Nusa Dua Viral, DKP Bali: Warga Tak Perlu Panik |
|
|---|
