Perang Timur Tengah
Perang AS-Israel dan Iran, Pembatalan Menginap di Akomodasi Bali Dilaporkan Capai 30 Persen
Pariwisata Bali mulai berdampak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran semakin memanas.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pariwisata Bali mulai berdampak akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran semakin memanas.
Selain mempengaruhi penerbangan menuju Timur Tengah, perang tersebut juga membuat terjadinya pembatalan pemesanan akomodasi menginap di Bali.
Ketua Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA), I Kadek Adnyana, mengungkapkan sejak perang berlangsung, telah terjadi pembatalan yang tercatat dari anggota mencapai sekitar 30 persen.
Baca juga: Perang Timur Tengah, Made Meli Sembunyi di Kamar Mandi, Lindungi Anak di Tengah Hujan Rudal
“Sementara ini villa management dan villa rental melaporkan pembatalan sekitar 20 sampai 30 persen. Pembatalan dipicu penutupan jalur penerbangan di sejumlah negara akibat perang. Dampaknya terutama terasa dari pasar Eropa dan Timur Tengah,” jelasnya pada, Selasa 3 Maret 2026.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Anggota Komite III DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menilai pemerintah perlu menunjukkan empati kepada wisatawan yang terdampak dan masih berada di Bali.
Ketidakpastian jadwal penerbangan, kata dia, berpotensi menimbulkan keresahan.
Baca juga: 12 PMI Asal Klungkung Bekerja di Daerah Terdampak Perang, Disnaker Sebarkan Imbauan dari KBRI
Ia mengusulkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait bersama pemerintah daerah membentuk satuan tugas (satgas) pelayanan.
“Satgas ini penting agar wisatawan yang belum bisa kembali tetap mendapat informasi dan pelayanan yang jelas. Ini bukan sekadar soal citra, tetapi bagian dari komitmen kita sebagai destinasi pariwisata budaya,” ujar mantan Wali Kota Denpasar tersebut.
Lebih lanjutnya ia mengingatkan saat Perang Teluk 1991 terjadi pembatalan massal kunjungan wisatawan.
Konflik Israel-AS dengan Iran, lanjutnya, sulit diprediksi kapan akan berakhir.
Baca juga: PERANG Timur Tengah Pengaruhi Pariwisata Bali, KBRI di Doha Qatar Sebut 45 WNI asal Bali Masih Aman!
Karena itu, seluruh komponen pariwisata di Bali diminta bersiap menghadapi berbagai kemungkinan.
“Termasuk memikirkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang jumlahnya cukup banyak di kawasan Timur Tengah. Semua harus diantisipasi sejak dini,” pungkasnya. (*)
Berita lainnya di Perang Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ini-4-Daftar-Penerbangan-Di-Bali-Yang-Terdampak-Perang-Timur-Tengah-Termasuk-Emirates-EK369.jpg)