Berita Bali
Rayakan Jiwa Perjuangan Proklamator, Pemprov Bali Siap Gelar Bulan Bung Karno VIII 2026
Seluruh pendanaan untuk rangkaian acara ini dialokasikan dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Sepanjang bulan Juni 2026, atmosfer nasionalisme akan kembali menyelimuti Pulau Dewata.
Pemerintah Provinsi Bali bersiap menyelenggarakan Bulan Bung Karno VIII yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2026.
Pada edisi kali ini, agenda tahunan tersebut mengusung tema besar “Kawya Atma Kerthi”, yang merepresentasikan esensi dari "Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator".
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali, Gede Suralaga, menjelaskan bahwa perhelatan ini merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali ajaran Trisakti Bung Karno berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan di tengah kehidupan modern.
Baca juga: Rangkaian Bulan Bung Karno, 81 Lansia di Buleleng Bali Ikut Lomba Senam Nangun Sad Kerthi
Langkah ini diperkuat oleh payung hukum yang kokoh, menjadikan Bali sebagai pionir dalam penghormatan resmi terhadap sang proklamator.
"Bali menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara konsisten menetapkan Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno melalui Pergub Bali Nomor 19 Tahun 2019. Momentum ini sekaligus menjadi ruang memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap Pancasila dan semangat perjuangan Bung Karno," ujar Gede Suralaga, Kamis 28 Mei 2026.
Agenda satu bulan penuh ini akan dibuka secara meriah lewat Konser Bhakti Soekarno yang dijadwalkan pada 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.
Tidak sekadar seremoni, Bulan Bung Karno VIII juga diramaikan dengan berbagai kompetisi edukatif dan seni bagi generasi muda tingkat SMP hingga SMA/SMK se-Bali.
Berikut adalah detail kompetisi yang akan digelar di Taman Budaya Provinsi Bali di antaranya Lomba Pidato (Tingkat SMA/SMK/MA) pada 6 Juni 2026 di Gedung Ksirarnawa.
Dengan ketentuan setiap kabupaten/kota mengirimkan dua perwakilan terbaik (rekomendasi MKKS).
Peserta wajib berpidato tanpa teks dengan mengacu pada tema “Kawya Atma Kerthi”.
Lalu, Lomba Cipta Baca Puisi pada 7 Juni 2026 dengan ketentuan puisi yang dibacakan harus karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan, serta dibawakan murni tanpa bantuan musik pengiring.
Lomba Tari Teruna Jaya (Tingkat SMP dan SMA/SMK) bertempat di Kalangan Ayodya, Kriteria Penilaian fokus pada teknik gerak (wiraga), ekspresi (wirasa), penampilan keseluruhan, serta keselarasan dengan musik iringan dari panitia.
Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan apresiasi berupa piagam serta uang pembinaan bagi para pemenang di setiap kategori lomba dengan rincian Juara I akan mendapatkan Rp5.000.000, Juara II akan mendapatkan Rp4.000.000 dan Juara III akan mendapatkan Rp3.000.000.
Seluruh pendanaan untuk rangkaian acara ini dialokasikan dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.
Perayaan ini dirancang inklusif guna merangkul seluruh lapisan masyarakat Bali, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, akademisi, ASN, organisasi kepemudaan, komunitas adat, hingga masyarakat umum.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Rayakan-Jiwa-Perjuangan-Proklamator-Pemprov-Bali-Siap-Gelar-Bulan-Bung-Karno-VIII-2026.jpg)