Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Polda Bali Perketat Pengawasan Titik Rawan Jelang Perayaan Nyepi dan Idul Fitri

Polda Bali Perketat Pengawasan Titik Rawan Jelang Perayaan Nyepi dan Idul Fitri

Istimewa/Polda Bali
Ratusan personel kepolisian Polda Bali diterjunkan untuk Ops Cipkon Agung 2026. Antisipasi Lonjakan Aksi Kriminalitas Jelang Lebaran, Polda Bali Ketatkan Pengawasan Titik Rawan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Polda Bali menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung-2026 untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari besar keagamaan. 

Menjelang dua momentum besar keagamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pulau Dewata mulai bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. 

Direktur Binmas Polda Bali, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro, S.I.K., menerjunkan 699 personel gabungan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan sekecil apa pun. 

Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Izinkan Bali Gunakan Incinerator, Khusus Untuk Sampah Biomassa

Menurutnya, dinamika di lapangan menjelang hari besar keagamaan memiliki kompleksitas tinggi, di mana pergerakan masyarakat yang masif berpotensi memicu kerawanan, mulai dari pencurian, kemacetan parah, hingga konflik sosial di ruang publik.

"Tujuan utama Operasi Cipkon Agung-2026 ini adalah menekan angka kriminalitas serta berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah Bali," kata Kombes Pol. Suwandi pada Kamis 5 Maret 2026.

Baca juga: TEREKAM CCTV Lakukan ini, 4 Oknum PPPK di Klungkung Terancam Dipecat

"Kita harus benar-benar peka terhadap dinamika yang terjadi. Saya instruksikan kepada seluruh personel untuk melakukan deteksi dini dan jangan pernah meremehkan situasi apa pun yang berkembang di lapangan," paparnya. 


Operasi yang berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 Maret 2026 ini, tidak hanya sekadar patroli keliling. 


Personel diinstruksikan untuk melakukan pemeriksaan terbatas di lokasi-lokasi yang dianggap rawan kejahatan serta mengedepankan tindakan preventif yang didukung penegakan hukum profesional. 


Kombes Pol. Suwandi menambahkan bahwa tanggung jawab moral Polri adalah memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari suci dengan perasaan tenang tanpa bayang-bayang ketakutan akan aksi kriminal.


Sementara itu, Direktur Samapta Polda Bali selaku Kaopsda Cipkon Agung-2026, Kombes Pol. Ronny Lumban Gaol, S.I.K., menuntut kinerja maksimal dari seluruh pasukannya. 


Ia menekankan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas mengenakan seragam, melainkan harus memberikan dampak psikologis yang nyata bagi pelaku kejahatan.


"Operasi ini harus memberikan efek gentar atau deterrent effect yang nyata. Kehadiran personel di lapangan harus benar-benar mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif," tegasnya. 


"Jika ditemukan pelanggaran atau aksi yang mengancam ketertiban, lakukan tindakan tegas sesuai SOP. Kita tidak ingin masyarakat merasa tidak aman saat momentum sakral seperti ini," sambungnya. 


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberhasilan Operasi Cipkon ini juga menjadi tolok ukur kesiapan personel sebelum diterjunkan ke Operasi Ketupat yang berskala nasional.


Dengan pendekatan yang humanis namun tetap waspada, Polda Bali berkomitmen menjaga stabilitas keamanan agar kerukunan dan tradisi toleransi di Bali tetap terjaga utuh. 


Melalui pengawasan ketat di pintu-pintu masuk dan area publik, polisi berupaya memastikan bahwa para pelaku kriminal tidak memiliki kesempatan untuk merusak suasana damai menjelang hari raya di Pulau Seribu Pura. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved