Cuaca Bali
Sebagian Besar Wilayah Bali Dilanda Angin Kencang, Kecepatan Capai 68 Km Per Jam
Waspadai cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat disertai petir/kilat di wilayah Kabupaten
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Saat ini, aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 4 (Maritime Continent) MJO dan terbentuknya pola pertemuan massa udara (konvergensi) di sekitar wilayah Bali, mendukung pertumbuhan awan konvektif dan peningkatan curah hujan.
Berdasarkan data pengamatan terbaru Automatic Rain Gauge (ARG) Pecatu, curah hujan di wilayah Bali bagian selatan tercatat sebesar 33.2 mm/3 jam, yang masuk dalam kategori Hujan Lebat.
Sementara kecepatan angin 24 jam yang lalu tercatat di Stasiun Meteorologi | Gusti Ngurah Rai sebesar 23 knot (42 km/jam).
Kemudian, bibit siklon 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudera Hindia Barat Daya Banten menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan Selatan Bali, yang berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin.
Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Atap Plafon Jatuh dan Air Menggenang di Bandara Ngurah Rai Bali
Kondisi ini juga didukung oleh gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan.
Waspadai cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat disertai petir/kilat di wilayah Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Bangli, Gianyar, Karangasem, Jembrana, Buleleng, dan Klungkung.
Lalu angin kencang yang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Klungkung. Buleleng dan Karangasem.
Di mana angin kencang pada dini hari tadi mencapai 37 knot atau 68 kilometer per jam.
"Dari data kecepatan angin yang tercatat dan kami kumpulkan berada di angka 37 knot atau 68 km/jam," kata Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Riski Dwi Saputro, Kamis 5 Maret 2026.
Di mana angin kencang tersebut dirasakan di sebagian wilayah Bali, seperti wilayah barat, tengah, selatan, dan timur.
Fenomena angin kencang ini masih diakibatkan oleh faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya diatas akan tetapi untuk angin kencang sendiri faktornya lebih dikarenakan bibit siklon 90S.
Dan terjadinya potensi tinggi gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter untuk wilayah Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Perairan Selatan Bali.
Waspada potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Bali, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, puting beliung, serta hujan es, tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang selama beberapa hari ke depan.
Wilayah dengan topografi curam/pegunungan/tebing agar lebih waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan pohon tumbang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Gianyar-Bali-Diterjang-Angin-Kencang-Pohon-Tumbang-dan-Bangunan-Rusak.jpg)