Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Canceled Booking Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenpar Switch Market ke Asia dan Pasific 

Canceled Booking Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenpar Switch Market ke Asia dan Pasific 

Istimewa/Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai
Penanganan genangan air yang terjadi di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dampak Cuaca Ekstrem, Atap Plafon Jatuh dan Air Menggenang di Bandara Ngurah Rai Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Wisatawan Timur Tengah masuk ke Bali sumbangkan angka cukup besar pada Tahun 2025 yakni berkisar 69.852.000 kunjungan dari 13 negara, termasuk Arab Saudi yang terbesar. Dikhawatirkan angka ini tak dapat meningkat jika melihat konflik kian memanas di Timur Tengah

Menanggapi hal tersebut, Kemenpar terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan Kemlu terkait dengan situasi ini. Termasuk juga dengan UNWTO sebagai badan pariwisata dunia untuk melihat nanti perkembangannya.

Menteri Pariwisata sendiri telah memikirkan strategi agar kegiatan pariwisata tetap berjalan yakni fokus pada pasar-pasar yang bersifat short haul. 

Baca juga: TERJAWAB! Ini Identitas Potongan Tubuh yang Ditemukan di Pantai Ketewel Gianyar, Pacar Diperiksa

“Jadi kalau yang long haulnya mungkin banyak Amerika, Eropa, mereka akan hubnya itu di Timur Tengah. Yang tadi 11 persen, meskipun angkanya memang lebih tingginya sih masih Malaysia sama Singapura. Untuk long haulnya, 11 persen lewat Timur Tengah ini. Sekarang kita coba deh pasarnya kita besarkan di yang short haul seperti Asia, Pasifik. Seperti misalnya Korea, Jepang, negara-negara di Asia, kemudian Australia. Mereka tidak perlu transit ke Timur Tengah. Kita fokus pasar asia dan Pasifik,” jelas, Wamenpar Ni Luh Puspa pada Podcast Tribun Bali

Kementerian Pariwisata sedang memfokuskan untuk change atau penggantian market wisatawan ditengah konflik AS-Israel dan Iran.

Baca juga: SIASAT Putu Sumedika di Buleleng Berujung Bui, Beri Ponsel Lalu Berhubungan Berkali-kali 

Ni Luh juga mengatakan telah menerima laporan terkait dengan okupansi yang menurun di Bali akibat konflik Timur Tengah. Ia telah menerima data bahwa terjadi penurunan okupansi pada industri pariwisata 41-69 persen di Badung. Kemudian Gianyar 53 persen hotel itu okupansinya di angka 41-69 persen. Sejumlah 23,1 persen okupansi hotel berada di 70-80 persen. 

“Sebenarnya kalau kita lihat cukup stabil, kategorinya masih ada di menengah tinggi. Tentu kita berharapnya sekali lagi tidak terlalu tinggi cancellation yang terjadi. Kita berharap ini akan bisa terus terjaga. Sekarang kita koordinasi terus dengan teman-teman di swasta, di TATO, teman-teman yang di industri. Bagaimana agar kita change market kita, kita switch marketnya, supaya dampak di Timur Tengah ini tidak terlalu besar dampaknya kepada sektor pariwisata kita di sini,” paparnya. 

 


Ia menegaskan dalam situasi seperti ini sebagai bisnis pariwisata semua pihak diminta untuk cepat berpikir, cepat beralih sert menyesuaikan diri dengan pasar.

 


“Kita diam menerima atau kita cepat untuk mengalihkan. Ini arahan dari Bu Menteri sudah sangat jelas sekali, harus kita switch marketnya segera,” pungkasnya. 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved