Ramadan di Bali
Mudik, Polda Bali Petakan Titik Black Spot Denpasar-Gilimanuk, Kanalisasi Terminal Kargo Urai Macet
Strategi benteng terakhir untuk mengurai kepadatan dilakukan melalui kanalisasi di Terminal Kargo Gilimanuk.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menjelang musim mudik Lebaran, jalur arteri Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi perhatian khusus Polda Bali, dengan memetakan titik-titik rawan jalur tengkorak yang menyimpan risiko fatalitas tinggi bagi para pemudik.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol Turmudi, menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot yang tersebar di sepanjang lintasan utama tersebut guna menjamin keselamatan warga.
Berdasarkan data pemetaan terbaru, Kombes Pol Turmudi mengungkapkan bahwa konsentrasi titik rawan paling krusial berada di antara wilayah Tabanan hingga Jembrana.
Tercatat, Kota Denpasar memiliki 8 titik black spot dengan angka kematian mencapai 18 jiwa, disusul Badung dengan 2 titik, dan Tabanan serta Buleleng yang masing-masing mengantongi 2 titik maut.
Baca juga: Ekor Antrean Sampai Cekik Gilimanuk, Arus Mudik 2026 Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mulai Ramai
Di Jembrana sendiri, perhatian khusus tertuju pada Jalan Raya Sudirman jurusan Denpasar-Gilimanuk KM 93-94, Desa Bata Agung, yang menjadi titik lelah bagi pengendara dari arah timur.
"Kami sudah punya data black spot-nya. Sepanjang Denpasar sampai Gilimanuk itu ada beberapa titik, dan yang terbanyak memang berada di antara Tabanan hingga Gilimanuk. Kami menduga itu adalah titik lelah bagi para pengendara," ujar Kombes Pol Turmudi saat dijumpai Tribun Bali di Denpasar, pada Jumat 13 Maret 2026.
Ia menambahkan, bahwa kepolisian tidak hanya sekadar memetakan, namun juga menyiagakan unit derek dan personel Laka Lantas di titik-titik tersebut agar jika terjadi insiden, evakuasi dapat dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Angka kecelakaan pada Operasi Ketupat tahun sebelumnya menjadi alarm keras bagi kepolisian, dengan catatan 229 kejadian kecelakaan dan ribuan pelanggaran lalu lintas, Polda Bali kini menerapkan strategi berlapis, termasuk sistem kanalisasi dan penyiapan kantong parkir untuk mencegah penumpukan kendaraan di bibir pelabuhan.
Kombes Pol Turmudi menjelaskan bahwa arus kendaraan di Jembrana akan dibagi menjadi tiga jalur khusus, yakni jalur kendaraan kecil, sepeda motor, dan truk.
Strategi benteng terakhir untuk mengurai kepadatan dilakukan melalui kanalisasi di Terminal Kargo Gilimanuk.
Lokasi ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 800 unit sepeda motor dan 900 unit kendaraan roda empat.
"Sebelum kendaraan masuk ke kapal, kami sediakan lokasi parkir di kargo yang cukup luas. Strategi ini kami gunakan sebagai sistem delay agar kendaraan tidak membeludak dan mengunci jalanan utama," jelas Kombes Pol Turmudi.
Selain kargo, lima kantong parkir utama juga telah disiapkan mulai dari jarak terjauh di Pengragoan 71 km dari pelabuhan, Kaliakah, hingga yang terdekat di UPPKB Cekik guna menyaring volume kendaraan secara bertahap.
Di sisi lain, Kombes Pol Turmudi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fleksibilitas kerja yang diberikan pemerintah.
Dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA), pemudik diharapkan berangkat lebih awal untuk menghindari puncak arus yang berisiko memicu kelelahan ekstrem.
Bagi warga yang khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah, kepolisian juga membuka pintu Mako Polres dan Polsek sebagai tempat penitipan kendaraan bermotor secara gratis.
"Antisipasinya, kami terus sosialisasikan melalui media sosial agar warga mudik lebih awal. Harapannya jangan terlalu mepet, apalagi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi," pungkasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Mudik-Polda-Bali-Petakan-Titik-Black-Spot-Denpasar-Gilimanuk-Kanalisasi-Terminal-Kargo-Urai-Macet.jpg)