Ramadan di Bali
Ribuan Napi di Bali Diusulkan Remisi Nyepi dan Idul Fitri, Jadi Kado Hari Raya di Balik Jeruji
Tak hanya Nyepi, Decky juga memberikan bocoran terkait usulan remisi untuk hari raya Idul Fitri yang jatuh berdekatan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di seluruh Lapas dan Rutan di Bali dipastikan akan mendapatkan kado istimewa berupa pengurangan masa hukuman atau remisi pada momen hari raya keagamaan tahun 2026 ini.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali tengah mengusulkan ribuan nama untuk mendapatkan Remisi Khusus (RK) Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya maksimal untuk mengapresiasi para narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan.
Berdasarkan data usulan sementara, angka penerima remisi untuk dua hari raya besar tersebut mencapai lebih dari ribuan orang.
Baca juga: Ratusan Napi di Lapas Negara Diusulkan Terima Remisi Hari Raya, Pengurangan 15 Hari hingga 2 Bulan
"Untuk remisi Nyepi, kami mengusulkan 1.000 lebih warga binaan se-Bali. Kami berupaya maksimal mengapresiasi saudara-saudara kami yang beragama Hindu melalui usulan ini," ujar Decky saat dijumpai di Lapas Kelas IIA Kerobokan, pada Senin 16 Maret 2026.
Tak hanya Nyepi, Decky juga memberikan bocoran terkait usulan remisi untuk hari raya Idul Fitri yang jatuh berdekatan.
"Terkait remisi Idul Fitri, saya 'spill' saja ya, ada 1.600-an lebih yang kami usulkan. Mohon doa restunya agar alurnya lancar dan SK remisi segera turun untuk saudara-saudara kita, baik yang merayakan Nyepi maupun Idul Fitri," bebernya.
Meski ribuan nama telah masuk dalam daftar usulan, Decky menegaskan bahwa remisi ini bukanlah hak yang diberikan secara cuma-cuma, melainkan bentuk penghargaan atas komitmen mengikuti pembinaan.
Ia pun memberikan peringatan keras bahwa usulan tersebut bisa saja dianulir jika narapidana melakukan pelanggaran tata tertib sebelum Surat Keputusan (SK) resmi terbit.
"Remisi ini adalah apresiasi terkait treatment pembinaan. Namun, remisi bisa batal kalau ada pelanggaran saat diusulkan hingga menjelang diterima," kata dia.
"Bahkan, bagi mereka yang penghitungan remisinya pas dengan waktu bebas, bisa langsung menghirup udara bebas atau mendapatkan SK Pembebasan Bersyarat," tegasnya.
Di sisi lain, suasana toleransi yang kental sangat terasa di Lapas Kelas IIA Kerobokan menjelang perayaan dua hari besar ini.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Kerobokan, Moretska Viktor Noya, menjelaskan bahwa manajemen pengamanan dan perayaan di dalam Lapas dilakukan secara kolaboratif antar umat beragama.
"Di Lapas Kerobokan, petugas yang non-Hindu seperti saya yang Kristen, akan melakukan back-up penuh kepada teman-teman yang Hindu. Kami akan standby di kantor menjaga keamanan selama Nyepi berlangsung agar rekan kami bisa beribadah dengan tenang," jelas Noya.
Noya juga memaparkan tradisi unik di dalam Lapas Kerobokan saat menyambut Nyepi.
Meski berada di balik jeruji besi, para warga binaan tetap diberikan ruang untuk mengekspresikan budaya mereka melalui pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh pada hari Pengerupukan.
"Pada hari Pengerupukan nanti, kami akan mengadakan arak-arakan Ogoh-ogoh di dalam. Kami menghargai semua agama yang diakui di Indonesia. Di Lapas ini, semua merayakan agamanya masing-masing tanpa ada pembedaan," ungkapnya.
Menariknya, Noya juga menyoroti potensi bertemunya dua hari raya tersebut dalam waktu yang berdekatan.
Ia menegaskan, bahwa pihak Lapas telah menyiapkan skema untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu sekaligus menghormati umat Muslim jika waktu perayaan Idul Fitri beririsan dengan suasana Nyepi.
"Jika Idul Fitri jatuh tepat saat malam Nyepi, maka tidak akan ada genta takbiran di dalam sebagai bentuk penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian," kata dia
"Namun, jika jatuhnya di luar hari Nyepi, pastinya kami adakan takbiran di dalam sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Intinya, kami menyesuaikan arahan pusat dan mengedepankan toleransi," pungkas Noya. (*)
Kumpulan Artikel Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ribuan-Napi-di-Bali-Diusulkan-Remisi-Nyepi-dan-Idul-Fitri-Jadi-Kado-Hari-Raya-di-Balik-Jeruji.jpg)