Ramadan di Bali
Kisah Pemudik Irma, Jadi Pendaftar Pertama Bus Gratis Polda Bali, Awalnya Pasrah Mudik Saat Lebaran
Bagi Deni, program mudik gratis ini adalah berkah nyata yang sangat meringankan beban finansialnya.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rencana mudik Ade Irma (50) awalnya jauh dari kata ideal dalam perayaan Idul Fitri tahun ini, ia sejatinya sudah pasrah.
Pria yang akrab disapa Pak Deni ini sebelumnya sudah memantapkan hati untuk baru bertolak ke kampung halamannya di Genteng, Banyuwangi, sesaat setelah menunaikan salat Idul Fitri.
Namun, garis nasib berkata lain, ketika sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya.
Ade kini justru menjadi salah satu orang pertama yang dilepas dalam rombongan pemudik gratis oleh Polda Bali di Terminal Ubung, Denpasar, Bali, Rabu 18 Maret 2026.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Bikin Senyum di Hari Raya, Cocok Dikirim ke Teman
Ia tidak lagi harus menunggu hingga hari kemenangan tiba untuk bisa berkumpul dengan keluarga besar.
"Sebetulnya maunya habis salat Id saya baru mau pulang. Tapi tiba-tiba ada info masuk," tutur Deni saat ditemui sebelum keberangkatan di Terminal Ubung Denpasar.
Kecepatan tangannya membalas pesan tersebut membuahkan hasil yang tak terduga. Tanpa ia sangka, namanya tercatat di urutan paling atas dalam daftar pemudik.
"Ternyata saya urutan pertama di list itu. Langsung berubah rencana, bisa berangkat lebih cepat sekarang," ucapnya.
Bagi Deni, program mudik gratis ini adalah berkah nyata yang sangat meringankan beban finansialnya.
Di tengah biaya transportasi yang kerap melonjak menjelang hari raya, fasilitas ini dianggapnya sebagai penolong bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"Oh, membantu sekali buat orang-orang yang ekonominya di bawahlah, istilahnya begitu. Kalau ada program seperti ini, biaya tiketnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain di kampung," bebernya.
"Saya sangat berterima kasih sama Polda Bali yang punya inisiatif bikin mudik gratis ini," imbuh Deni.
Meski anak-anaknya sudah lebih dulu berada di Malang dan Tabanan yang akan menyusul.
Deni tak menampik adanya bayang-bayang kemacetan "horor" di Pelabuhan Gilimanuk yang selalu menjadi momok tahunan.
Namun, rasa syukur karena bisa berangkat lebih awal mengalahkan kekhawatirannya.
Ia tetap optimis bahwa perjalanannya akan berjalan lancar, terlebih karena ia berangkat dalam rombongan resmi kepolisian.
Deni berharap ada sedikit kelancaran saat mengantre di pelabuhan nanti.
"Tidak khawatir sih, Insyaallah siapa tahu nanti ada prioritas kalau mudik yang gratis ini. Yang penting bisa sampai dengan selamat dan bertemu keluarga," pungkasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Peserta-mudik-gratis-Polda-Bali-Ade-Irma.jpg)