Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramadan di Bali

Kawal Arus Balik Pelabuhan Gilimanuk, Polda Bali Terapkan Skenario Berlapis

Meskipun persiapan dilakukan secara maksimal, Karo Ops menilai beban di Pelabuhan Gilimanuk saat arus balik relatif lebih terkendali

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono. Kawal Arus Balik Pelabuhan Gilimanuk, Polda Bali Terapkan Skenario Berlapis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan kesiapan penuh dalam mengawal arus balik melalui Pelabuhan Gilimanuk, meski intensitasnya diprediksi tidak semengkhawatirkan saat arus mudik lalu.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa berbagai skenario rekayasa lalu lintas dan pengerahan personel telah disiapkan secara matang untuk menghadapi dua gelombang puncak arus balik.

Pihaknya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, arus balik diprediksi akan terjadi dalam dua tahap utama.

Tahap pertama diperkirakan berlangsung pada tanggal 24 dan 25 Maret, sementara tahap kedua yang diprediksi menjadi puncak kepadatan akan terjadi pada 27 hingga 28 Maret 2026.

Baca juga: Hadapi Situasi Kompleks Mudik Dan Nyepi Hingga Macet Horor, Mabes Polri Beri Rapor Hijau Polda Bali

"Prediksi nanti akan ada kepadatan di arus balik itu kita sudah lakukan langkah-langkah, kita lakukan penggelaran personel, kemudian juga kita tentukan titik-titik yang nanti dijadikan simpul kepadatan lalu lintas," ujarnya kepada Tribun Bali, pada Rabu 25 Maret 2026.

Meskipun persiapan dilakukan secara maksimal, Karo Ops menilai beban di Pelabuhan Gilimanuk saat arus balik relatif lebih terkendali dibandingkan arus mudik.

Hal ini disebabkan karena penumpukan kendaraan secara otomatis akan bergeser ke arah Pelabuhan Ketapang sebelum menyeberang ke Bali.

"Kalau di Gilimanuk itu arus balik saya kira tidak terlalu mengkhawatirkan seperti arus mudik kemarin. Karena kalau sekarang ini arus balik secara otomatis terjadi penumpukan itu di Ketapang," kata dia

"Sehingga kita tetap selalu koordinasi dengan ASDP Gilimanuk dan Ketapang, kemudian dengan Polda Jatim, apabila di sana sudah terjadi penumpukan, kita yang di Bali ini juga lakukan antisipasi," jelas Kombes Pol. Soelistijono.

Mengacu pada pengalaman arus mudik yang sempat memicu antrean hingga 30 kilometer, pihak kepolisian memberikan catatan khusus pada kapasitas angkut kapal di pelabuhan.

Berdasarkan masukan dari Kapolri, evaluasi ke depan menekankan pentingnya penambahan kapal berkapasitas besar untuk mempercepat transfer kendaraan dari Bali ke Ketapang agar tidak terjadi penumpukan yang lama.

Selama masa mudik sendiri, pihak ASDP telah mengoperasikan hingga 35 kapal, termasuk 5 kapal bantuan besar, serta menerapkan kebijakan Tiba Bongkar Berangkat (TBB) secara bertahap untuk menguras antrean kendaraan.

Untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, Polda Bali telah menyiapkan skenario berlapis di sepanjang jalur Gilimanuk menuju Tabanan dan Buleleng.

Personel disiagakan di simpul-simpul rawan kemacetan, lengkap dengan peralatan darurat seperti mobil derek, ambulans, hingga pemadam kebakaran.

Skenario delay system di kantong-kantong parkir wilayah Melaya dan Negara yang sebelumnya efektif mengurai kepadatan mudik, tetap akan disiagakan jika diperlukan.

Terkait adanya relaksasi WFA (WFH) bagi pekerja, Kombes Pol. Soelistijono menyatakan pihaknya tetap fokus pada data peningkatan volume kendaraan yang nyata di lapangan.

Tanpa bergantung sepenuhnya pada kebijakan tersebut guna memastikan kelancaran arus balik bagi wisatawan maupun masyarakat umum. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved