Berita Bali
Stok BBM di Bali Masih Aman Usai Lebaran, Namun Hadapi Ancaman Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Stok BBM di Bali Masih Aman Usai Lebaran, Namun Hadapi Ancaman Fluktuasi Harga Minyak Dunia
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat bersama Israel, mulai memicu kekhawatiran soal pasokan energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di tengah kecemasan itu, Pertamina akhirnya buka suara.
Mereka memastikan kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional masih dalam batas aman. Lantas bagaimana stok BBM di Bali? apakah masih dalam stok yang aman? Pengamat Ekonomi dari Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M memberikan pendapatnya.
Baca juga: Kekerasan Anak di Bali Masih Tinggi, Ketua PUSPA Dorong Penguatan Kabupaten Layak Anak di Tabanan
Berdasarkan informasi dan data yang ia baca, pasca Lebaran 2026 kondisi stok BBM di Bali secara umum masih berada dalam kategori aman dan terkendali.
"Meskipun terjadi lonjakan konsumsi selama periode mudik yang lalu dan arus balik saat ini. Pertamina mencatat bahwa selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, konsumsi BBM jenis gasoline meningkat hingga sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal harian nasional, yang berada di kisaran 18.430 kiloliter per hari," jelasnya pada, Jumat 27 Maret 2026.
Baca juga: IBTK 2026, Sampah Pamedek Wajib Dibawa Pulang Kembali ke Rumah
Di Bali sendiri, kesiapan infrastruktur energi diperkuat dengan pengoperasian sekitar 57 SPBU siaga 24 jam serta distribusi yang tetap lancar selama periode tersebut.
Selain itu, stok BBM di wilayah Jatim Bali Nusa Tenggara (Nusra), termasuk Bali, dilaporkan dalam kondisi cukup dengan sistem suplai rutin dan terjadwal sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan hingga pasca Lebaran.
"Namun, jika dilihat dalam konteks ke depan, menurut saya terdapat tantangan struktural yang perlu diwaspadai, terutama terkait ketahanan energi nasional di tengah ketegangan geopolitik global seperti konflik Israel–Amerika dengan Iran," bebernya.
Secara nasional, cadangan BBM Indonesia hanya berkisar 21–23 hari konsumsi, jauh dibawah standar ideal sekitar 90 hari.
Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun Bali dalam jangka pendek relatif aman, keberlanjutan pasokan tetap sangat bergantung pada kelancaran distribusi dan stabilitas impor minyak.
"Dengan demikian, secara analitis, stok BBM Bali pasca Lebaran 2026 berada dalam kondisi aman dan stabil, tetapi dalam jangka menengah menghadapi risiko eksternal berupa fluktuasi harga minyak dunia dan potensi gangguan rantai pasok akibat dinamika geopolitik global," pungkasnya.
| Mahasiswa dan BEM Unud Soroti Komunikasi Gubernur Soal Sampah, Koster: Saya Mohon Maaf |
|
|---|
| Meriahkan Hari Konsumen dan Hari Kartini, Bandara Ngurah Rai Bali Hadirkan Thematic Event |
|
|---|
| Keluarga Ikhlaskan Kepergian Gifar, Tolak Autopsi dan Kematian di Pantai Gau Murni Musibah |
|
|---|
| Daftar 11 Infrastruktur Dibangun di Bali Mulai 2026-2027, Koster Temui 3 Menteri di Jakarta |
|
|---|
| Warga Temukan Seekor Elang Tikus dan Bayi Lutung Jawa, BKSDA Bali Langsung Evakuasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PENGISIAN-BAHAN-BAKAR-Harga-BBM-Pertamina-Hari-Ini-di-Pulau-Bali-dan-Jawa-17-Juli.jpg)