Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramadan di Bali

Pasca Lebaran, Polda Bali Terus Awasi Harga Pangan, Nekat Mainkan HET Izin Usaha Terancam Dicabut

Pasokan pangan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat dan belum ditemukan adanya harga yang melampaui HET yang ditetapkan.

Tayang:
Istimewa
Satgas Saber Pangan Polda Bali mengecek harga pasar usai Lebaran. Pasca Lebaran Polda Bali Terus Awasi Harga Pangan, Nekat Mainkan HET Izin Usaha Terancam Dicabut 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Satgas Saber Pangan Polda Bali terus memperketat pengawasan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar serta titik distribusi di wilayah Bali pada Kamis 26 Maret 2026.

Pengawasan intensif ini dilakukan guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang membebani masyarakat meski usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Nyepi.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa personel Satgas Pangan terus diterjunkan untuk bersinergi dengan dinas terkait guna memantau langsung stok komoditas strategis.

Fokus pengecekan meliputi harga beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, gula pasir, hingga bahan pokok penting lainnya di pasar tradisional maupun ritel modern.

Baca juga: Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Satgas Pangan Polda Bali dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok," ujar Kombes Pol Ariasandy.

"Kami ingin memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama dalam fase transisi usai bulan suci Ramadan," imbuhnya.

Dalam pemantauan di lapangan, petugas tidak hanya mengecek label harga, tetapi juga melakukan dialog langsung dengan para pedagang dan pengelola pasar.

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya praktik penimbunan atau upaya pemain pasar yang mencoba menaikkan harga secara tidak wajar di luar ketentuan pemerintah.

Berdasarkan hasil monitoring di sejumlah titik distribusi, khususnya di wilayah Denpasar, Kombes Pol Ariasandy menyampaikan bahwa kondisi pasar sejauh ini masih kondusif.

Pasokan pangan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat dan belum ditemukan adanya harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.

"Dari hasil pantauan hari ini, harga bahan pangan di wilayah Bali masih relatif stabil dan stok dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya komoditas yang dijual melebihi HET setelah momentum Lebaran ini," jelasnya.

Kendati demikian, Kombes Pol Ariasandy memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha agar tetap patuh pada regulasi.

Polda Bali memastikan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan oknum yang sengaja memanfaatkan momentum pasca-hari raya untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara yang melanggar hukum.

"Kami terus mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menjual komoditas pangan di atas ketentuan," kata dia.

"Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga sanksi terberat berupa pencabutan izin usaha," tegas Kabid Humas.

Langkah pengawasan ini dipastikan akan terus berlanjut secara berkala. Satgas Saber Pangan Polda Bali juga mendorong jalur distribusi yang lebih efisien agar rantai pasok tetap terjaga, sehingga potensi lonjakan harga di masa mendatang dapat diminimalisir sedini mungkin. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved