Partai Politik
Muncul Isu Merger dengan Gerindra, NasDem Bali Keluarkan Bantahan
Ramai isu jika Partai NasDem akan melakukan penggabungan atau merger dengan Partai Gerindra.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ramai isu jika Partai NasDem akan melakukan penggabungan atau merger dengan Partai Gerindra.
Terkait hal itu, pengurus Nasdem pun angkat bicara, termasuk DPW Nasdem Bali.
Ketua DPW NasDem Provinsi Bali, I Nengah Senantara pun membantah tegas adanya gejolak di tubuh Partai NasDem.
Senantara juga mengecam munculnya istilah merger ke Gerindra, termasuk isu kondisi NasDem yang sedang ringkih karena pamor politik Ketua Umum Surya Paloh disebut merosot.
Baca juga: Indeks Integritas Partai Politik Tahun 2025 Hanya 61,22, Aspek Transparansi Keuangan Partai Disorot
"Tidak dikenal istilah akuisisi, yang dikenal adalah fusi. Artinya, fusi itu didorong dan ditekan oleh partai. Tidak ada merger di dunia politik. Kalau bicara fusi, sampai saat ini tidak ada pembicaraan ke arah sana," kata Senantara, Selasa, 14 April 2026.
Senantara menjelaskan, fusi adalah penggabungan dua atau tiga partai menjadi satu.
Ia menyebut, untuk fusi tidak mungkin terjadi karena NasDem memiliki ideologi yang berbeda dengan partai lain.
Bahkan ia menegaskan jjka belum ada pembicaraan ke arah fusi.
Baca juga: Perkuat Solidaritas Partai Sampai Akar Rumput, Golkar Karangasem Gelar Aksi Sosial dan Pasar Murah
Senantara juga meyakinkan bahwa tidak ada keretakan di internal partai.
Anggota DPR RI ini mengatakan Partai NasDem tetap satu komando di bawah Ketua Umum Surya Paloh.
"Riak-riak politik adalah hal yang wajar, sebagaimana yang pernah terjadi pada partai lain," paparnya.
Ia menilai riak-riak ini muncul karena NasDem memiliki magnet politik yang kuat, sehingga lumrah jika diterpa guncangan.
Apalagi pada setiap Pemilu, perolehan kursi NasDem naik signifikan.
Baca juga: Partai Buruh Suarakan Nasib Pekerja, Singgung Ada Pekerja di Klungkung Bali Digaji Rp900 Ribu
Untuk saat ini, NasDem berada di posisi empat besar dengan perolehan 69 kursi di parlemen.
"Itu sebabnya muncul dinamika. Karena NasDem menjadi magnet tersendiri bagi partai lainnya," tambahnya.
Ia pun meminta agar publik tidak berandai-andai dan memastikan berita yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan.
"Yang jelas, Partai NasDem di bawah kepemimpinan Surya Paloh tetap solid," katanya.
Baginya, isu yang tersebar mendiskreditkan Ketua Umum Partai NasDem, seolah-olah partai diperjualbelikan. (*)
Berita lainnya di Partai Nasdem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-DPW-NasDem-Provinsi-Bali-I-Nengah-Senantara-bersama-kader-NasDem.jpg)