Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Lautan Truk Sampah dan Bau Menyengat di Renon Dalam Aksi Forkom SSB, Warga: Mereka Kuat Sekali

Pada hari Kamis 16 April 2026, kawasan Renon, Denpasar, mendadak berubah menjadi lautan truk sampah terbuka dampak dari aksi damai

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
TRUK SAMPAH - Pada hari Kamis 16 April 2026, kawasan Renon, Denpasar, mendadak berubah menjadi lautan truk sampah terbuka dampak dari aksi damai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pada hari Kamis 16 April 2026, kawasan Renon, Denpasar, mendadak berubah menjadi lautan truk sampah terbuka dampak dari aksi damai Forum Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB). 

Ratusan truk yang membawa tumpukan sampah organik dan anorganik itu membusuk berjejer memanjang dari Kantor Pusat Pengendali Lingkungan Hidup Bali Nusra hingga depan Kantor Gubernur Bali.

Pantauan Tribun Bali, sepanjang jalan Ir H Juanda hingga mendekati Kantor Gubernur itu terlihat pemandangan truk besar dengan bak terbuka yang sarat tumpukan sampah. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Aksi Damai Forum Swakelola Sampah Bali, Salah Satunya Menuntut TPA Suwung Dibuka

Dari pembusukan sampah yang terlihat basah dan kotor di atas truk-truk tersebut, tercium aroma bau tak sedap yang menyengat hingga ke saraf penciuman meski di truk sampah tersebut mayoritas sudah ditutup terpal. 

Tidak hanya itu, dari tumpukan sampah yang membusuk, terlihat belatung-belatung merayap dan berjatuhan ke aspal jalan, menambah kengerian pemandangan di tengah terik matahari.

Terdapat belatung yang masih berwarna putih hingga belatung yang sudah berwarna kecloklatan, kemunculan belatung ini merupakan buah dari pembusukan sampah yang tidak tertangani atau terolah dengan baik. 

Baca juga: Wabup Tjok Surya Wanti-wanti, Jangan Sampai Sampah Non Organik ke Eks Galian C Klungkung Bali

Bau menyengat ini dirasakan langsung oleh Ajeng (38), seorang warga yang kebetulan melintas di kawasan Renon.

Ia menceritakan rasa tidak nyamannya karena harus melintas di tengah iring-iringan truk bermuatan sampah berbelatung tersebut. 

“Aduh, baunya benar-benar nggak tahan. Saya sampai pusing, bahkan tadi sempat mual saking menyengatnya bau busuk dari truk-truk itu. Ini sudah sampai jatuh-jatuh juga belatung ke jalan,” ungkap Ajeng dengan ekspresi menahan mual.

"Mereka kuat sekali ya setiap hari harus berurusan dengan sampah seperti ini," imbuhnya. 

Baca juga: Buang Sampah Sembarangan, 5 Orang Ini Disidang Tipiring di Denpasar Bali, Kena Denda 100 Ribu

Merespons dampak aksi ini terhadap lalu lintas dan kenyamanan publik, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., yang memimpin langsung jalannya pengamanan, menegaskan bahwa pengerahan personel pengamanan sudah disiapkan secara matang.

"Jumlah personel sudah kita siapkan sesuai dengan yang dibutuhkan, dan kita juga di-back up sama Polda untuk pengamanannya, dengan ada juga dari unsur TNI untuk melaksanakan pengamanan," jelas Kombes Pol Leonardo di lokasi.

Ia menekankan bahwa prioritas Polri adalah pelayanan untuk menjaga kelancaran alur kota, terutama karena penggunaan armada truk yang banyak. 

"Ini sifatnya melayani. Kita melayani supaya berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Karena mobil (truk) harus dikawal, untuk menghindari kemacetan-kemacetan. Itu aja. Intinya itu supaya di sini juga tertib," tegas Kombes Pol. Leonardo.

Lebih lanjut, Kapolresta menjelaskan adanya strategi darurat untuk menampung armada truk tanpa melumpuhkan jalur utama. 

"Di seputaran ini saja karena dipakai tempat parkir. Jadi ini kita tutup supaya truk-truk bisa parkir di sini dan jalur utama tidak terhambat," tutupnya. 

Meski menimbulkan aroma tak sedap, sepanjang aksi di luar gedung kantor Pusat Pengendali Lingkungan Hidup Bali Nusra berlangsung dengan kondusif hingga selesai dengan pengamanan unsur kepolisian. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved