Berita Bali
Menteri LH Diganti, Bagaimana Nasib PSEL dan Penutupan TPA Suwung?
Gubernur Bali, Wayan Koster menanggapi pergantian Menteri Lingkungan Hidup yang semula dijabat oleh Hanif Faisol
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster menanggapi pergantian Menteri Lingkungan Hidup yang semula dijabat oleh Hanif Faisol kini digantikan oleh Jumhur Hidayat.
Lantas apakah pergantian Menteri LH ini juga akan mempengaruhi pembangunan PSEL juga Penutupan TPA Suwung?
Koster menegaskan kedua hal itu akan tetap berjalan meskipun Menteri LH kali ini bukan dijabat oleh Hanif.
Baca juga: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Masuk Radar Reshuffle, Sempat Disorot Saat Tutup TPA Suwung
"Tetap jalan terus mewujudkan Bali bersih adalah kebutuhan dan tugas kita di Bali," jelasnya singkat pada Selasa 28 April 2026.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi merombak susunan pejabat di lingkungan Kabinet Merah Putih dengan melantik enam figur baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Langkah ini mencakup rotasi menteri, wakil menteri koordinator, hingga pimpinan badan setingkat menteri dan penasihat khusus presiden.
Yang pertama, kursi Menteri Lingkungan Hidup yang kini resmi diduduki oleh tokoh aktivis buruh, Jumhur Hidayat. Jumhur menggantikan posisi Hanif Faisol, yang kini mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Baca juga: TPA Suwung Bali Bukan Untuk Bangun Mal, Koster: Tak Ada Kerja Sama Investor
Sebelumnya diberitakan Presiden RI, Prabowo Subianto melantik Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH).
Pelantikan yang digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (27/4) ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Pelantikan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aktivis pergerakan sekaligus tokoh buruh Jumhur Hidayat pun resmi mengisi pos menteri yang sebelumnya ditempati Hanif Faisol Nurofiq. Menariknya, Jumhur Hidayat pernah sekolah di SMPN 1 Denpasar dan SMAN 1 Denpasar.
Baca juga: Lobi Menteri LH, Gubernur Koster Hadirkan Win Win Solution, TPA Suwung Kembali Terima Sampah Organik
Selain Jumhur, Prabowo juga melantik lima pejabat baru lainnya dalam reshuffle kabinet terbaru, Senin (27/4). Prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”.
Jumhur Hidayat dikenal sebagai aktivis pergerakan dan pemberdayaan rakyat. Pria kelahiran 1968 ini juga diketahui menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI pada 11 Januari 2007 - 11 Maret 2014. Tahun 2021, Jumhur selaku aktivis dan petinggi Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) divonis 10 bulan penjara dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong. Jumhur terpilih menjadi Ketua Umum KSPSI periode 2022-2027 berdasarkan hasil kongres ke-10 pada 16 Februari 2022. (*)
Berita lainnya di Resuffle Kabinet
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Prabowo-Reshuffle-Kabinet-Lantik-6-Pejabat-Jumhur-Resmi-Jadi-Menteri-LH.jpg)