Pesta Kesenian Bali
PKB XLVIII Tahun 2026 Libatkan 673 Sekaa dan Yayasan Seni Serta 20.929 Seniman
Taman Budaya Provinsi Bali mendapat dukungan dana alokasi khusus untuk pembinaan seni anak-anak yang nantinya turut tampil di PKB.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali adakan Rapat Pleno PKB XLVIII Tahun 2026 di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa 12 Mei 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana menjelaskan secara rinci rangkaian agenda, konsep, hingga inovasi penyelenggaraan pesta seni budaya terbesar di Bali tersebut.
PKB XLVIII tahun ini mengusung tema "Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna)” dengan berbagai materi kegiatan mulai dari peed aya atau pawai, rekasadana/pergelaran, utsawa atau parade, wimbakara/lomba, widyatula, lokakarya, pameran, Jantra Tradisi Bali, hingga Bali World Culture Celebration (BWCC).
"Peed Aya atau pawai akan dilaksanakan di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon. Rute pawai dimulai dari pertigaan Jalan Ir. H. Juanda dan Jalan Kusuma Atmaja, melintas di depan monumen, lalu bergerak ke arah utara hingga finis di depan panggung utama," ungkap Alit Suryana.
Baca juga: Didukung Anggaran Rp7 Miliar Lebih, 2.150 Seniman Badung Siap Tampil di PKB XLVIII 2026
Lebih lanjutnya ia mengatakan, konsep penonton tahun ini diatur lebih merata agar tidak menumpuk di depan panggung kehormatan.
Karena itu, pihak panitia juga menyiapkan titik penonton di sisi barat kawasan Renon yang disertai suguhan kesenian.
“Peed Aya atau pawai ini memang dirancang agar massa penonton tidak terkonsentrasi di satu titik. Kami juga menyiapkan sajian kesenian di sisi barat agar suasana lebih merata,” bebernya.
Selain pawai, Rekasadana atau pergelaran menjadi salah satu agenda utama PKB.
Pergelaran ini diharapkan mampu mengimplementasikan tema “Atma Kerthi” sekaligus menjadi upaya pelestarian seni tradisi Bali yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda UNESCO maupun WBTB Indonesia.
Tahun ini, Rekasadana diikuti 13 peserta luar Bali yang lolos kurasi tim kurator. Peserta berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah.
Pemprov Bali juga mengalokasikan pembiayaan bagi sejumlah sanggar seni.
Untuk kategori tertentu, bantuan mencapai Rp198 juta per pertunjukan, sementara kategori lain memperoleh Rp98 juta dan Rp31 juta per gelaran.
Taman Budaya Provinsi Bali juga mendapat dukungan dana alokasi khusus untuk pembinaan seni anak-anak yang nantinya turut tampil di PKB.
Pada materi Utsawa atau parade, PKB tahun ini menghadirkan 12 kategori. Antara lain, Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-anak, Arja, Janger Remaja, Baleganjur, Wayang Kulit, Joged Bumbung, Ngelawang, Drama Gong, hingga Angklung Kebyar.
"Sebagian besar diikuti seluruh kabupaten/kota se-Bali. Ini menunjukkan antusiasme daerah sangat tinggi,” kata Alit Suryana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/1700-Seniman-Akan-Jadi-Duta-Denpasar-Dalam-Ajang-PKB-2026-Angkat-Karya-I-Wayan-Beratha.jpg)