Berita Bali
Koster Targetkan Ribuan Taksi Listrik Mengaspal di Bali
“Berkaitan dengan upaya kita menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata, salah satunya harus melalui pengelolaan transportasi
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Komitmen Provinsi Bali dalam mentransformasi sektor transportasi menuju energi bersih kian masif.
Hingga pengujung Maret 2026, tercatat sebanyak 14.318 unit kendaraan listrik telah mengaspal di Pulau Dewata.
Angka ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk mulai membidik elektrifikasi armada taksi secara menyeluruh.
Langkah strategis ini dibahas langsung oleh Wayan Koster dalam Rapat Koordinasi Elektrifikasi Taksi yang menghadirkan para pengusaha transportasi dan pengurus koperasi taksi di Ruang Rapat Kerthasabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis 14 Mei 2026.
Baca juga: Harga BBM Naik, Warga Khawatir Tarif Transportasi dan Sembako Ikut Terdampak, Ojol: Saya Ngelus Dada
Dalam pertemuan tersebut, Koster menekankan bahwa wajah pariwisata Bali sangat bergantung pada kualitas sistem transportasinya.
Menurutnya, Bali harus memiliki standar transportasi yang tertib, modern, dan tidak mencemari lingkungan guna menjaga reputasinya di mata dunia.
“Berkaitan dengan upaya kita menjaga Bali sebagai destinasi pariwisata, salah satunya harus melalui pengelolaan transportasi yang baik. Saya juga ingin mendengar apa saja keluhannya agar kita bisa antisipasi bersama-sama,” ujar Koster pada, Jumat 15 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bukan sekadar tren, melainkan implementasi nyata dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diperkuat oleh Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019.
“Yang perlu saya tekankan, lingkungan yang bersih dan udara yang bersih adalah kebutuhan kita. Karena itu penggunaan kendaraan listrik harus terus didorong sebagai bagian dari menjaga alam Bali,” bebernya.
Baca juga: Wayan Koster Komentari Banjir Bali 2026 hingga Ingin Percepat Perda Transportasi: Saya Akan Bantu
Capaian dan Peta Jalan Elektrifikasi 2026
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, total 14.318 unit kendaraan listrik saat ini didominasi oleh sepeda motor listrik sebanyak 9.893 unit, disusul mobil listrik sebanyak 4.425 unit. Denpasar dan Badung masih menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi.
Untuk sektor taksi, Dishub Bali telah merancang dua skema percepatan:
Skema Optimistis (2026–2028): Target penambahan 3.155 unit armada listrik.
Skema Moderat (2026–2030): Target serupa dengan estimasi kebutuhan investasi mencapai Rp1,262 triliun. (*)
Kadek Mudarta menyebutkan bahwa keberhasilan ini bergantung pada ekosistem pendukung, seperti kemudahan pembiayaan, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga kesiapan teknisi ahli.
Meski mendukung penuh, para pelaku usaha transportasi memberikan sejumlah catatan kritis. Ketua DPD Organda Bali, I Nyoman Arthaya, meminta pemerintah bersikap tegas terhadap angkutan ilegal yang merusak ekosistem transportasi resmi. Ia juga berharap ada bantuan asistensi pengadaan armada listrik bagi pengusaha lokal.
Di sisi lain, I Kadek Ari Sucipta selaku Ketua Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali menyatakan bahwa pihaknya telah memulai transisi sejak momentum G20. Untuk tahun 2026, koperasi menargetkan 25 persen armadanya beralih ke listrik. Namun, ia menyoroti kendala pembiayaan yang dihadapi para pengemudi.
“Saat ini pihak koperasi juga terus melakukan modernisasi melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk BUMN, guna membantu pengadaan kendaraan listrik bagi para pengemudi,” jelas Ari Sucipta.
Dengan sinergi antara regulasi pemerintah, dukungan investasi, dan kepatuhan pelaku usaha, Bali optimis dapat mewujudkan sistem transportasi rendah emisi yang berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Gubernur-Bali-saat-rapat-di-Ruang-Rapat-Kerthasabha-8963.jpg)