Sampah di Bali
Update Pembangunan PSEL Bali: Groundbreaking 8 Juli 2026, Target Rampung Akhir 2027
Target operasional PSEL ini diprediksi akan dimulai pada tahun 2027, dengan optimalisasi penuh pada 2028.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kondisi TPA Suwung yang kian kritis serta maraknya penumpukan sampah di kawasan Denpasar dan Badung, memicu gerak cepat dari Pemerintah Provinsi Bali.
Sebagai langkah konkret mengatasi kedaruratan lingkungan ini, proyek pengolahan sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy kini tengah digenjot sebagai solusi jangka panjang yang strategis.
Langkah ini diambil guna mengamankan masa depan pariwisata dan lingkungan Bali dari ancaman polusi sampah.
Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan mutakhir proyek strategis tersebut.
Baca juga: Koster dan KSAD Maruli Tinjau Proyek PSEL Bali, Sampah Ditarget Jadi Sumber Energi Baru
Groundbreaking dijadwalkan pada tanggal 8 Juli 2026. Dan saat ini masih dalam proses pengurugan lahan untuk persiapan konstruksi.
Target operasional PSEL ini diprediksi akan dimulai pada tahun 2027, dengan optimalisasi penuh pada 2028.
PSEL ini berdiri di atas lahan kurang lebih 6 hektar dengan daya tampung pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari.
Rencananya usai pembangunan PSEL, selanjutnya dilakukan pembersihan tumpukan sampah lama di TPA Suwung untuk kemudian direvitalisasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau ruang publik bagi masyarakat.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa proyek yang kini diproses oleh Danantara ini terus menunjukkan progres positif di lapangan.
Pengolahan sampah modern ini nantinya akan diimbangi dengan penguatan tata kelola di tingkat hulu melalui TPS3R, TPST, serta gerakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga.
“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang. Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” ungkapnya pada, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia juga menambahkan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata.
“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.
Koster juga optimis dengan daya tampung fasilitas baru ini yang diproyeksikan mampu menyelesaikan masalah krusial di dua wilayah penyangga utama Bali.
“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemprov-Bali-update-progres-pembangunan-PSEL-di-Bali-Update-Pembangunan-PSEL-Bali.jpg)