Berita Bali
Potret Toleransi, Warga Lintas Agama Kompak Gotong Royong Kurban di Serangan
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang untuk memperkuat tali persaudaraan dan kepedulian antarumat beragama di Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang untuk memperkuat tali persaudaraan dan kepedulian antarumat beragama di Bali.
Melanjutkan tradisi tahunan, PT Bali Turtle Island Development (BTID) menyerahkan hewan kurban kepada warga Kampung Bugis di Desa Serangan.
Tahun ini, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali tersebut mendonasikan satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Bantuan ini disalurkan langsung kepada panitia kurban di Masjid As-Syuhada, satu-satunya rumah ibadah umat Muslim di wilayah Desa Serangan.
Baca juga: Idul Adha, Pemkab Bangli Sumbang Sapi, Perkuat Nilai Toleransi Dan Kebersamaan Antar Umat Beragama
Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy, mengungkapkan bahwa aksi sosial ini merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat lokal.
"Bantuan kurban ini merupakan wujud rasa syukur serta bentuk silaturahmi yang sederhana dari kami sebagai bagian dari komunitas Desa Serangan. Kami berharap kontribusi BTID yang telah berjalan selama ini dapat membawa berkah, kegembiraan, serta rasa kebersamaan bagi kita semua," ujar Zefri Alfaruqy pada, Kamis 28 Mei 2026.
Secara keseluruhan, Masjid As-Syuhada mengelola total 4 ekor sapi dan 36 ekor kambing pada Iduladha kali ini. Seluruh daging kurban tersebut dialokasikan untuk sekitar 300 penerima manfaat di kawasan tersebut.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini 27 Mei 2026, Peringatan Dini Angin Kencang Saat Idul Adha di Badung
Ketua Takmir Majelis Masjid As-Syuhada Serangan, Muhammad Amir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang terus terjaga dari pihak perusahaan.
“Kami bersyukur selama beberapa tahun ini BTID sudah memberikan kontribusi yang sangat luar biasa dan konsisten kepada kami. Kami harapkan, untuk tahun-tahun mendatang BTID bisa memberikan kontribusi yang lebih banyak lagi bagi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan masjid,” ujar Amir.
Ada pemandangan hangat yang menarik perhatian dalam perayaan di masjid bersejarah ini. Prosesi penyembelihan hingga distribusi daging kurban tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, melainkan juga melibatkan pemuda dan warga lintas keyakinan, termasuk masyarakat beragama Hindu setempat.
Ketua Seksi Pembagian Daging Qurban, Usman, menjelaskan bahwa semangat kebersamaan ini sengaja dirawat untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Semua pihak kami libatkan dalam penyembelihan daging kurban, kami juga bagikan daging kurban ini kepada aparat keamanan, para jro bendesa sebagai bentuk silaturahmi menyeluruh kepada umat yang ada di Desa Serangan,” tambah Usman.
Senada dengan Usman, Muhammad Amir menegaskan bahwa keharmonisan ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Serangan, melainkan warisan leluhur yang terus dijaga hingga kini.
“Bagi kami ini adalah hal yang lumrah, karena sejak dulu turun-temurun, kami selalu bersama-sama dengan warga pemeluk agama Hindu untuk melakukan aktivitas bersama, bahkan di luar hari besar keagamaan. Ini bertujuan untuk terus mempererat tali silaturahmi di antara kami," katanya.
Perayaan Iduladha 1447 H di Desa Serangan ini berhasil merefleksikan indahnya hidup berdampingan dalam keberagaman. Melalui dukungan yang konsisten, BTID berharap pertumbuhan dan pengembangan KEK Kura Kura Bali ke depan dapat terus berjalan beriringan dengan nilai-nilai toleransi dan kearifan lokal masyarakat setempat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menyerahkan-hewan-kurban-kepada-warga-Kampung-Bugis.jpg)