Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tribun Bali Award

Tribun Bali Award, Gubernur Koster Buka Data Kunjungan Wisman 2025: Cetak Rekor Tertinggi

Mantan Anggota DPR RI tiga periode ini memaparkan data perbandingan yang menunjukkan lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya.

Tayang:
Tribun Bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat sambutan menerima penghargaan Tribun Bali Award 2026 di Dharma Negara Alaya Lumintang Denpasar pada Jumat 29 Mei 2026. Tribun Bali Award, Gubernur Koster Buka Data Kunjungan Wisman 2025: Cetak Rekor Tertinggi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster menerima penghargaan Tribun Bali Award 2026 dengan kategori Tata Kelola Ekonomi Daerah Terbaik di Dharma Negara Alaya Lumintang Denpasar pada Jumat 29 Mei 2026.

Wayan Koster mengungkapkan bahwa Provinsi Bali terus-menerus digoyang oleh berbagai isu miring.

Mulai dari masalah sampah, kemacetan, krisis air, hingga perilaku nakal dan kriminalitas wisatawan asing yang sengaja diembuskan setiap menjelang akhir tahun.

Namun, Koster menegaskan berbagai kampanye negatif tersebut gagal total setelah data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga: Bukan Sekadar Ballroom Mewah, Gubernur Koster Ingin MICE Bali Berdayakan UMKM Lokal

Data BPS menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada tahun 2025 justru menembus angka 7.050.000 orang, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan penghargaan Tribun Bali Award 2026.

Hadir langsung dalam acara tersebut sejumlah pimpinan daerah se-Bali, di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta.

Kemudian Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, hingga Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.

"Saya amati fenomenanya, setiap akhir tahun mulai Agustus, September, Oktober, November, Desember, pasti Bali ini digoyang dengan berbagai isu," kata Koster.

"Saya paham maksudnya supaya wisatawan yang ke Bali itu berkurang, wisatawan asingnya. Isu sampah, isu macet, isu air, isu wisatawan asing nakal, pencurian, penjambretan, kriminal lainnya," imbuh Koster.

"Orang berpikir tahun 2025 jumlah wisatawan asing itu akan turun, ternyata tidak, naik jauh," jabarnya.

Mantan Anggota DPR RI tiga periode ini memaparkan data perbandingan yang menunjukkan lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, jumlah wisman yang berkunjung ke Bali tercatat sebanyak 6,33 juta orang. 

Angka tersebut melesat drastis pada tahun 2025 menjadi 7.050.000 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 750 ribu kunjungan wisman dalam waktu satu tahun.

Koster yang mengaku mengolah sendiri data tersebut bersama BPS untuk melihat peta yang riil, kemudian membandingkannya dengan capaian nasional.

Total kunjungan wisman ke seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2025 adalah sebanyak 15,39 juta orang. 

Hal ini berarti Bali menyumbang sebesar 45,8 persen dari total kunjungan wisman secara nasional.

"Jadi bayangkan Bali yang pulaunya kecil ini, dengan jumlah penduduk hanya 4,4 juta orang, itu berkontribusi terhadap wisata asing 45,8 persen, satu pulau yang kecil," ujarnya.

"Yang menjadi magnetnya pariwisata Bali, kebudayaan bukan sekadar budaya, tapi budaya yang menyatu dengan kehidupan spiritual masyarakat Bali," sambung dia

Tingginya kontribusi sektor pariwisata ini pula yang menjadi motor utama meroketnya pertumbuhan ekonomi Bali pasca terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Koster mengenang bagaimana ekonomi Bali sempat hancur dan menyentuh angka minus 9,3 persen pada tahun 2020 akibat pembatasan wilayah dunia.

Namun, proses pemulihan berjalan sangat cepat hingga pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Bali sukses menyentuh angka 5,82 persen.

Angka ini menempatkan Bali di posisi nomor lima secara nasional, dan menjadi yang tertinggi di Indonesia untuk kategori provinsi yang tidak mengandalkan sektor tambang, minyak, gas, batu bara, maupun nikel.

Keberhasilan ekonomi ini juga berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Koster menjabarkan bahwa pendapatan per kapita masyarakat Bali melonjak menjadi Rp72 juta per tahun atau berkisar Rp6 juta per bulan, naik Rp5 juta dari tahun 2024.

Selain itu, Bali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia yakni hanya 3,42 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 8 persen.

Indikator positif lainnya adalah angka Gini Ratio yang rendah di angka 0,33, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terendah di Indonesia sebesar 1,45 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi sebesar 79, serta angka stunting terendah di Indonesia yang berhasil ditekan hingga 8,7 persen.

Dampak dari membaiknya sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan ini juga mendongkrak Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali hingga di atas 75 tahun.

Terkait penghargaan yang diterimanya dari Tribun Bali, Koster menyatakan apresiasinya namun menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemimpin yang mengejar piagam atau pengakuan formal.

Menurutnya, fokus utamanya sebagai gubernur di periode kedua ini adalah bekerja keras dan cepat untuk menyelesaikan agenda-agenda penting demi masa depan Bali, terlebih masa jabatan lima tahun terasa sangat singkat dan akan berakhir pada 20 Februari 2030 mendatang.

Ia menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada guna meletakkan fondasi pembangunan Bali yang kokoh untuk jangka waktu 100 tahun ke depan.

"Terima kasih tadi ada penghargaan dari Tribun yang sebenarnya itu bukan sesuatu yang dicari. Kalau saya ini, prinsip saya lebih banyak mengutamakan kerja daripada atribut-atribut penghargaan dari pihak-pihak mana pun juga," bebernya.

"Jadi bukan itu yang dicari, tapi kerja untuk Bali dan untuk masyarakat Bali. Saya ini betul-betul orang kerja," pungkas Koster. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved