Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pesta Kesenian Bali

Angkat Tema "Atma Kerthi", Presiden Prabowo Diharapkan Membuka Pesta Kesenian Bali 2026

Gelaran akbar Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 bersiap menyapa masyarakat.

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Jumpa pers persiapan PKB 2026 di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gelaran akbar Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 bersiap menyapa masyarakat.

Tahun ini, kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sangat dinantikan untuk membuka secara resmi festival seni dan budaya paling bergengsi di Pulau Dewata tersebut. 

Kehadiran kepala negara menjadi salah satu agenda yang sangat diharapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Bali untuk membuka secara resmi pesta kesenian akbar bergengsi tersebut.

Baca juga: PKB 2026 Bakal Segera Dibuka dengan Usung Tema Baru: Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali, Ida Bagus Alit Suryana mengungkapkan undangan pembukaan PKB untuk Presiden RI sudah dikirim melalui jalur formal. 

"Berkaitan dengan mengundang Bapak Presiden jadi kita tetap melakukan jalur formal surat sudah dibawa langsung ke Setneg, tinggal bagaimana keseriusan kita agar Bapak Presiden berkenan membuka PKB, walaupun belum mendapatkan informasi kita masih terus berkomunikasi," jelas, Alit Suryana pada, Jumat 5 Juni 2026. 

Sesuai jadwal, PKB 2026 akan bergulir selama sebulan penuh mulai 13 Juni 2026.

Baca juga: Dalam PKB Tahun 2026, Denpasar Bali Absen Drama Gong, Regenerasi Jadi Kendala

Pusat aktivitas festival akan dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, sementara kemeriahan pawai budaya (peed aya) akan mengambil tempat di kawasan ikonik Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), Renon, Denpasar.

Tahun ini, PKB mengusung konsep filosofis yang mendalam sebagai fondasi seluruh garapan seni. Ketua Panitia PKB 2026 yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan, PKB 2026 ini mengangkat tema utama "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang bermakna pemuliaan dan penyucian jiwa manusia menuju kesempurnaan yang paripurna, jernih, dan suci. 

Semua sajian akan mengacu pada tema tersebut, baik disampaikan melalui sajian gerak, musik, tembang atau pesan-pesan dan makna. Secara konseptual, meskipun materi pokok yang dihadirkan senada dengan tahun-tahun sebelumnya, visualisasi dan roh penampilannya dipastikan segar.

Hal ini karena setiap karya lahir dari tangan-tangan kreator dan seniman yang berbeda. 

Eksistensi PKB yang mendunia juga dibuktikan dengan tingginya antusiasme partisipan dari luar daerah hingga kancah internasional.

Panggung pergelaran PKB 2026 dipastikan semakin semarak dengan hadirnya delegasi internasional. Melalui ajang Bali World Culture Celebration (BWCC), tercatat sekitar 10 peserta atau kelompok seni luar negeri (mencakup 260 seniman) yang hadir untuk memeriahkan Bali World Culture Celebration (BWCC) melalui kolaborasi seni dan pertunjukan budaya. Kelompok kesenian global ini datang dari berbagai negara, di antaranya, New York (Amerika Serikat), China, Timor Leste, Korea, Jepang, India dan Hongkong. 

Tidak kalah memukau, partisipasi seniman dari berbagai penjuru tanah air juga melonjak tajam. Sebanyak 955 orang siap menghentak panggung untuk memamerkan kekayaan budaya Nusantara.

Para duta seni luar daerah ini datang mewakili wilayah Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, hingga Kalimantan Tengah.

Sebagai salah satu magnet utama yang paling dinantikan masyarakat, prosesi pawai budaya (peed aya) dikemas secara padat, memikat, namun tetap menonjolkan karakteristik khas masing-masing daerah di Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved