Galungan dan Kuningan
Jelang Hari Raya Galungan, Satgas Pangan Bali Awasi Jalur Distribusi Daging Babi dan Beras
Disperindag Bali menerjunkan Bidang Perdagangan Dalam Negeri untuk memantau langsung pergerakan harga.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada pertengahan hingga akhir Juni 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung mengambil langkah sigap.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok di pasaran kini mulai diintensifkan.
Langkah preventif ini diambil demi memastikan umat Hindu di Bali dapat merayakan hari besar dengan tenang tanpa bayang-bayang kelangkaan pangan atau lonjakan harga yang tak terkendali.
Kepala Disperindag Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, mengungkapkan bahwa menjaga keseimbangan harga dan pasokan adalah prioritas utama saat ini.
Baca juga: World Ocean Day, Urgensi Menjaga Ekosistem Laut Dari Ketahanan Pangan hingga Warisan Budaya Bali
Hal ini berkaca pada tren tahunan di mana konsumsi masyarakat selalu melonjak tajam mendekati hari raya.
Guna mengantisipasi gejolak di lapangan, Disperindag Bali menerjunkan Bidang Perdagangan Dalam Negeri untuk memantau langsung pergerakan harga.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pasar rakyat, pasar tradisional, tingkat distributor, hingga pusat-pusat perbelanjaan utama.
Dalam pelaksanaannya, Disperindag tidak bergerak sendiri, melainkan bersinergi dengan tim terpadu yang melibatkan Satgas Pangan, Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta instansi terkait lainnya.
“Disperindag melalui Bidang Perdagangan Dalam Negeri melakukan monitoring harga secara rutin di pasar rakyat, pasar tradisional, distributor, dan pusat perdagangan untuk mendeteksi sejak dini potensi kenaikan harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging ayam, dan daging babi di pasar-pasar tradisional bersama tim satgas terpadu antara lain dengan Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta dinas terkait lainnya,” jelasnya, Sabtu 6 Juni 2026.
Bukan hanya memantau label harga, petugas di lapangan juga melakukan verifikasi faktual terhadap ketersediaan barang di gudang penyimpanan, agen, dan distributor.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan rantai pasok tetap aman dan mendeteksi adanya potensi kelangkaan sejak dini.
Dalam memperkuat benteng ketahanan pangan ini, koordinasi lintas sektor terus dimatangkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Polda Bali, Perum Bulog, serta Dinas Pertanian.
“Pemantauan tidak hanya pada harga tetapi juga pada jumlah stok yang tersedia di distributor, agen, gudang, serta pasar. Tujuannya memastikan pasokan mencukupi selama rangkaian Galungan hingga Kuningan dan mencegah terjadinya kelangkaan barang,” katanya.
Sebagai langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi dan menjaga daya beli warga, Disperindag Bali telah menjadwalkan program pasar murah di dua wilayah strategis.
Agenda pertama akan menyasar kawasan Kesiman Petilan, Denpasar pada 9 Juni 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelanggan-berbelanja-beras-di-Pasar-Grogol-Jakarta-Barat-cwf.jpg)