Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Galungan

Makna Hari Penyekeban Galungan 14 Juni 2026, Mulai Pengendalian Diri Sebelum Hari Raya

Hari Penyekeban menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyambut Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali.

Tayang:
PIXABAY
ILUSTRASI - Makna Hari Penyekeban Galungan 14 Juni 2026, Mulai Pengendalian Diri Sebelum Hari Raya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Penyekeban menjadi salah satu rangkaian penting dalam menyambut Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali.

Pada Minggu, 14 Juni 2026, umat Hindu akan melaksanakan Hari Penyekeban yang memiliki makna sebagai momentum untuk mulai melakukan pengendalian diri, menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan sebelum memasuki puncak perayaan Galungan.

Hari suci ini mengajarkan umat untuk lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta mempersiapkan kesucian lahir dan batin dalam menyambut kemenangan dharma melawan adharma.

 

Hari penyekeban terdekat akan berlangsung pada 14 Juni 2026.

Hari Penyekeban ini menandai bahwa Hari Raya Galungan tinggal menghitung hari.

Baca juga: 8 Hari Lagi Galungan, Simak Jadwal Rerahinan Hindu Bulan Juni 2026 Sesuai Kalender Bali

Hari Galungan yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali terdekat akan dirayakan pada Rabu 17 Juni 2026 mendatang.

Hari Panyekeban jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Paing Wuku Dungulan.

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa hari ini Sang Hyang Kala Tiga akan turun ke dunia.

Ikang Dungulan Redite Paing, turun Sang Hyang Kala Tiga, menadi Bhuta Galungan, arep anadah anginun ring manusa pada matangnian sang wiku muang sang para sujan den perepiakse juga sira kumekas ikang jenyana nirmala, nimitania, tan ka surupan tekap. Sang Buta Galungan, nadah mangkana mengaram panyekeban ucaping loka.

Artinya, saat Redite Paing wuku Dungulan disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga turun ke dunia dalam wujud Sang Bhuta Galungan, yang ingin makan dan minum di dunia ini, oleh karena itu, orang-orang suci, demikian pula para sujana (bijaksana), hendaknya waspada serta mengekang atau membatasi dirinya kemudian memusatkan pikirannya ke arah kesucian, agar tiada kemasukan oleh sifat-sifat yang membahayakan dari pengaruh-pengaruh Sang Bhuta Galungan, dan hal yang demikian, disebutlah hari penyekeban.

Oleh karena itu, mulai hari ini seseorang harus mulai mengendalikan diri.

Tidak mudah marah, emosi, dan selalu sabar agar nanti pada saat Hari Raya Galungan bisa merayakan hari kemenangan Dharma dengan paripurna. 

Sejarah Perayaan Galungan

Dikutip dari website Kemenkeu, kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "bertarung".

Di Bali, Galungan juga dikenal dengan istilah 'dungulan', yang berarti "menang".

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved