Hari Raya Galungan
Makna Hari Penyajaan Galungan 15 Juni 2026: Persiapan Jaje Uli hingga Pengendalian Diri
Makna Hari Penyajaan Galungan 15 Juni 2026: Persiapan Jaje Uli hingga Pengendalian Diri Menjelang Kemenangan Dharma
TRIBUN-BALI.COM - Hari Penyajaan menjadi salah satu rangkaian penting yang dilaksanakan umat Hindu di Bali menjelang Hari Raya Galungan.
Pada Senin, 15 Juni 2026 atau Soma Pon wuku Dunggulan, umat mulai melakukan persiapan lahir dan batin untuk menyambut kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan).
Selain identik dengan tradisi membuat jaje dan menyiapkan sarana upakara, Penyajaan juga memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai momentum memperkuat kesungguhan hati, melakukan pengendalian diri, serta membersihkan pikiran sebelum memasuki puncak perayaan Galungan.
Penyajaan Galungan adalah salah satu rangkaian penting dalam persiapan menyambut Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali.
Pada hari ini, umat Hindu mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, untuk menyambut hari kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).
Secara tradisional, hari Penyajaan dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis jajan atau makanan tradisional yang akan digunakan dalam persembahan pada hari Galungan.
Baca juga: 30 Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 Berbagai Bahasa, Sederhana dan Penuh Makna
Salah satu jajan yang umum dibuat adalah jaje uli , yang berbahan dasar ketan.
Jaje uli merupakan simbol kemakmuran dan kekuatan spiritual, yang dipercaya membantu umat Hindu dalam menghadapi tantangan hidup.
Selain jaje uli, umat Hindu juga mempersiapkan sarana upakara (persembahan) lainnya, termasuk yang terbuat dari janur, slepan (daun kelapa kering), dan ron (dedaunan).
Upakara ini nantinya akan digunakan sebagai persembahan untuk para dewa dan leluhur, simbol rasa syukur dan doa permohonan akan berkah.
Namun, persiapan fisik bukanlah satu-satunya fokus pada hari Penyajaan.
Secara filosofi, kata "Penyajaan" berasal dari kata "saja" , yang dalam bahasa Bali berarti sungguh-sungguh.
Hari ini dimaknai sebagai momen bagi umat Hindu untuk memperkuat kesungguhan dalam menyambut Galungan.
Hal ini terkait erat dengan makna spiritual Penyajaan, di mana umat Hindu diharapkan lebih tekun dalam melakukan pengendalian diri , baik dari segi pikiran, emosi, maupun tindakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Penjual-jajanan-upakara-di-Pasar-Yadnya-Blahbatuh.jpg)