Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

Menteri PKP Dorong UMKM Bali Naik Kelas dan Tembus Pasar Internasional

Menteri Ara sapaan akrab Maruarar Sirait berharap, UMKM Bali tumbuh dan produknya bisa tembus pasar internasional.

Tayang:
TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN
BERBINCANG - Menteri PKP Maruar Sirait berbincang dengan perwakilan debitur mikro perumahan binaan PNM dalam acara Percepatan Penyaluran KPP dan Sosialisasi FLPP di Universitas Udayana, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Senin (24/11). 

TRIBUN-BALI.COM -  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan Bali merupakan pusat kreativitas ekonomi. Selain itu, Bali menjadi prioritas pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas.

Menteri Ara sapaan akrab Maruarar Sirait berharap, UMKM Bali tumbuh dan produknya bisa tembus pasar internasional. “Negara hadir agar rakyat tidak terjerat rentenir.

Dengan KPP, UMKM Bali bisa naik kelas dan tumbuh menjadi pengusaha sukses, bahkan bisa menembus pasar internasional,” tegas Menteri Ara saat menghadiri kegiatan Percepatan Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dan Sosialisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Senin (24/11).

Baca juga: Menteri PKP Tinjau Pemanfaatan Dana TAPERA di Tabanan, Pastikan Rumah Subsidi Kualitasnya Bagus

Baca juga: Hitungan Tabel Angsuran KUR BPD Bali November 2025, Dokumen, Pengajuan, Pendaftaran dan Bunga

Menteri Ara hadir bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari, dan Gubernur Provinsi Bali Wayan Koster . Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian PKP dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini bertujuan memperluas akses pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha perumahan.

Acara tersebut dihadiri 300 debitur mikro perumahan binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang selama ini membutuhkan pembiayaan usaha tanpa harus terjerat praktik rentenir.

Menteri Ara menegaskan, KPP menjadi solusi nyata negara bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan perumahan dan usaha tanpa beban bunga tinggi.

“KPP hadir untuk membuka akses pembiayaan murah dan aman bagi toko bangunan, kontraktor, dan pengembang dengan subsidi bunga 5 persen dari pemerintah. Untuk UMKM, KPP dapat digunakan untuk membangun, membeli, dan merenovasi rumah dengan bunga hanya 6 persen. Ini jauh lebih ringan dari pada pinjam ke rentenir,” ujar Menteri Ara.

Sementara itu, Kepala KSP Muhammad Qodari menekankan kehadiran kolaborasi SMF - PNM menjadi mesin penting untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses pembiayaan yang aman, sekaligus memutus praktik rentenir.   

“Pembangunan dan renovasi 3 juta rumah bukan hanya program sosial, tetapi mesin ekonomi nasional untuk target pertumbuhan 8 persen. Bapak ibu adalah pahlawan ekonomi di balik ini semua,” katanya.

Qodari menegaskan rentenir merupakan musuh bersama UMKM kecil dan KPP adalah jalan keluarnya. (zae)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved