Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

SIAP Dukung Program Gubernur Koster, Menakref Sebut Bali Provinsi Termaju dalam Ekonomi Kreatif

Dan Pemerintah juga telah menetapkan 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional termasuk Provinsi Bali.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
BERI KETERANGAN - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memberikan keterangan usai menjadi pembicara kunci pada acara Tren Maker Summit 2025 di Kuta, Badung, Kamis (27/11). 

TRIBUN-BALI.COM - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menyebut bahwa Provinsi Bali termasuk salah satu yang paling leading atau terkemuka dalam ekonomi kreatifnya.

"Bali memang termasuk yang salah satu yang paling leading, provinsi termaju untuk ekonomi kreatifnya," ujar Menekraf Teuku Riefky usai menjadi pembicara kunci pada acara Tren Maker Summit 2025 di Kuta, Badung, Kamis (27/11).

Ia menambahkan pihaknya telah bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut Gubernur Koster menyampaikan bahwa selain sektor pariwisata yang sudah matang dan bagus, Koster ingin mengembangkan sektor ekonomi kreatif agar semakin baik.

Baca juga: SEKARAT Sekolah Swasta di Bali Jadi Sinyal Darurat, BMPS Minta Moratorium Pendirian Sekolah Negeri

Baca juga: JANGAN Ribut Soal Perak atau Emas, Minta Publik Tak Gaduh Target Timnas U22 Indonesia di SEA Games

"Dan kami (Kemenekraf dengan Pemprov Bali) siap berkolaborasi, dan ingin mendukung kegiatan-kegiatan beliau (Gubernur Bali) juga, termasuk dalam membawa IP-IP (Intellectual Property atau kekayaan intelektual) Bali ke tingkat internasional," ungkap Menekraf Teuku Riefky.

Di mana tahun 2025 ini Pemerintah telah menetapkan ada 17 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya: Pengembang Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Musik, Seni Rupa, Desain Produk, Fesyen, Kuliner, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, dan Penerbitan.
    
Dan Pemerintah juga telah menetapkan 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional termasuk Provinsi Bali. Menurut Menteri Teuku Riefky ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dan kita juga melihat bagaimana potensi anak-anak muda Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar, tersebar ke berbagai daerah, bahkan daerah-daerah kepulauan, itu potensinya luar biasa.

"Ini perlu kita dukung, sehingga ekonomi kreatif dapat menjadi the new engine of growth," imbuhnya.

Ia menilai Trend Maker Summit 2025 memainkan peran penting dalam memberikan wawasan untuk tahun 2026 dan menyoroti tren dan inovasi yang sedang berkembang di Indonesia.

"Summit ini lebih dari sekadar forum. Ini adalah komitmen terhadap inovasi dan masa depan ekonomi kreatif Indonesia. Saya mengapresiasi Katadata dan OMG atas inisiatifnya menyelenggarakan acara Trend Maker Summit 2025.

Ini penting karena bagaimana semua pihak termasuk Katadata, OMG, pemerintah, akademisi, kita semua punya semangat yang sama yaitu bagaimana Indonesian IP bisa go global," jelas Teuku Riefky.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, menyampaikan bahwa inovasi tidak muncul begitu saja.

Inovasi membutuhkan ekosistem yang kondusif. Karena itu, ajang Trend Maker Summit 2025 adalah salah satu contoh dari ekosistem tersebut. 

"Kita harus terus memfasilitasi kegiatan antar stakeholder, memperkuat multi-facility, memperkuat kolaborasi antar para inovator dengan industri, dengan pemerintah, dan juga dengan masyarakat," ucap Sumarajaya.

Menurutnya perlu adanya evaluasi, maka karier-karier para inovator tidak henti menjadi sebatas prototype saja, tapi diproduksi secara massal, bergerak ke arah prestasi komersial.

"Manfaatnya adalah satu-satu, bukan hanya untuk mengatasi masalah-masalah dalam masyarakat, tapi akan bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk penciptaan lapangan pekerja baru," imbuhnya. (zae)

Bali Butuh Lebih Banyak Inovator

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya menilai, Indonesia khususnya di Bali, membutuhkan lebih banyak lagi inovator di berbagai sektor, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam bisnis, teknopreneur, dan digitalpreneur. (zae)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved