Bisnis
Beras Lokal Belum Maksimal Terserap di FSJ
Penyerapan beras lokal di Kabupaten Badung pada Food Station Jakarta (FSJ) ternyata sampai saat ini belum maksimal.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Penyerapan beras lokal di Kabupaten Badung pada Food Station Jakarta (FSJ) ternyata sampai saat ini belum maksimal.
Meski Pemerintah Kabupaten Badung melalui Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) sudah melakukan kerja sama beberapa waktu lalu dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta, yakni PT Food Station Cipinang Jaya.
Belum terserapnya beras lokal Badung karena masih bergantung pada harga pasar yang ada. Kendati demikian diluar dari pada itu beras Badung sejatinya sudah terserap diluar dari kerjasama yang ada.
Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, saat dikonfirmasi Senin (4/5) membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut distribusi beras saat ini masih bergantung pada pasar di luar kerja sama dengan Food Station.
"Ke food station belum ada (serapan -red). Ini di luar food station yang sudah terserap," ungkapnya.Meski demikian, serapan pasar lokal terhadap beras produksi Perumda MGS mulai bergerak. Sejak pertengahan April, total penyerapan tercatat mencapai 45,9 ton.
Baca juga: GALAU Guru Honorer Tentang SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Wibawa: Ini Membuat Dilematis
Baca juga: Optimalkan Penanganan Tindak Pidana Korupsi dan MBG, Polda Bali Jadi Pusat Riset Strategis Polri
"Baru sekitar 45,9 ton dari target 200 ton/ bulan. Serapan ini dari beberapa pedagang di Badung," katanya.
Kendati demikian, dirinya mengaku terus berusaha dalam penyerapan beras dan meningkatkan kualitas beras yang ada di Badung.
Untuk diketahui, kerja sama antara Perumda MGS dan Food Station Tjipinang Jaya difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, hingga pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan serta menjaga stabilitas harga di daerah.
Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, sebelumnya memberikan apresiasi terhadap langkah strategis tersebut. Ia menilai sinergi antarlembaga BUMD ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani lokal.
"Saya juga berharap ke depan Direktur Utama Perumda Pasar dapat berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyampaikan kepada para petani terkait produk-produk apa saja yang paling dibutuhkan di pasaran," katanya.
Dengan begitu, kata dia, di satu sisi Badung dapat menjaga ketersediaan pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah, dan di sisi lain Badung memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani benar-benar diminati pasar.
"Saya tentu sebagai KPM akan memberikan dukungan penuh, terlebih dalam rangka menjaga ketersediaan pangan," ucapnya.
Sementara itu, Kompiang Gede Pasek Wedha menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dalam membangun ketahanan pangan lintas daerah, bahkan nasional.
"Kami berkolaborasi sesama BUMD, khususnya BUMD pangan, untuk membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Bali, tetapi ke depan juga di tingkat nasional. Perumda MGS memiliki RMU, sementara Food Station Tjipinang memiliki market di Bali. Akan sangat baik jika market tersebut dapat kita kolaborasikan. Harapannya, kita bisa sama-sama berkembang dan menguasai pasar di Bali. Kerja sama ini juga diharapkan tidak terbatas pada beras saja, mengingat Food Station juga memproduksi minyak, gula, dan saat ini telah memproduksi susu," jelasnya. (gus)
| QRIS Wondr by BNI Kini Bisa Dipakai di China |
|
|---|
| HARGA Eceran Tertinggi Minyakita Segera Naik! HET Berubah dalam Waktu Dekat, Ini Kata Kemendag |
|
|---|
| Stabilitas Industri Jasa Keuangan di Bali Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Simak Penjelasannya |
|
|---|
| RENCANA Pemprov Bali Beri Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Wuling Dukung dengan Hal Ini |
|
|---|
| DAMPAK Kenaikan Harga Plastik, Biaya Produksi Membengkak, Pedagang di Denpasar Akan Sesuaikan Harga! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Direktur-Utama-Perumda-MGS-Kompiang-Gede-Pasek-Wedha-kiri-saat-meninjau-RMU-vcf.jpg)