Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

BCA Cetak Laba Rp 52,7 Triliun, Laba Bank Mandiri Turun 6,4 Persen per November 2025

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan bulanan, Bank Mandiri membukukan laba bank only hingga sebelas bulan ini mencapai Rp 44,15 triliun.

Tayang:
Istimewa
ATM CENTRE – Sejumlah nasabah transaksi di ATM Centre BCA, di Jakarta. BCA mencetak laba bank-only sebesar Rp 52,7 triliun di periode Januari-November 2025. 

TRIBUN-BALI.COM - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali konsisten mencetak pertumbuhan laba hingga November 2025. Di mana, beberapa bank besar lainnya masih mengalami penurunan laba. 

Sedangkan kinerja PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat belum lepas dari penurunan menjelang akhir tahun 2025. Ini tercermin dari kinerja laba Bank Mandiri yang masih tercatat turun hingga November 2025.

Adapun, BCA mencetak laba bank-only pada sebelas bulan ini senilai Rp 52,7 triliun. Artinya, ada kenaikan sekitar 4 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan di beberapa pos pendapatan. Misalnya, pendapatan bunga bersih dari BCA naik sekitar 4 % secara tahunan (YoY) menjadi Rp 73 triliun. 

Meski demikian, rasio Net Interest Margin (NIM) dari BCA cenderung stagnan di level 5,7 % . Namun, hal itu masih masuk dalam kisaran target manajemen di tahun 2025.

 

Baca juga: BANTU Korban Banjir Sumatera, Paes dan Dean James Ikut, Sebelumnya Verdonk Juga Lakukan Aksi Serupa!

Baca juga: PEKAK Payu Sempat Terguling dan Terseret Banjir di Batuan, Banjir Landa Sejumlah Wilayah di Gianyar!

 

Tak hanya itu, pendapatan non bunga dari bank swasta terbesar di Indonesia ini naik menjadi Rp 24,3 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode November 2024, pendapatan non bunga BCA senilai Rp 21,7 triliun.

Di sisi lain, portofolio kredit BCA per November 2025 juga hanya tumbuh moderat yaitu 5 % YoY menjadi Rp 921 triliun. Bahkan, ada penurunan dari bulan sebelumnya yang senilai Rp 924 triliun.

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), BCA juga mengalami pertumbuhan yang tipis yaitu hanya 2 % menjadi Rp 1.200 triliun. Di mana, dana murah (CASA) tetap mendominasi senilai Rp 1.013 triliun.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan bulanan, Bank Mandiri membukukan laba bank only hingga sebelas bulan ini mencapai Rp 44,15 triliun.

Di mana, catatan tersebut mengalami penurunan 6,41 % secara tahunan (YoY). Meski demikian, laba bersih bank only bank berlogo pita emas ini tercatat mampu tumbuh 28,7 % secara bulanan (MoM) pada November 2025.

Pendapatan bunga BMRI tumbuh 9,5 % secara tahunan per November 2025. Ditambah, tekanan beban bunga menunjukkan tren penurunan.  

Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tercatat tumbuh menjadi Rp 70,99 triliun di November 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, pos pendapatan tersebut tercatat senilai Rp 68,55 triliun.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini bilang perkembangan ini mencerminkan kondisi likuiditas pasar yang semakin kondusif serta pengelolaan struktur pendanaan yang lebih efisien seiring meredanya kompetisi dana pihak ketiga. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved