Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bisnis

IMPOR LPG dari Australia, Pemerintah Datangkan 2 Kargo LPG, Jamin Pasokan Aman Menjelang Hari Raya

Pemerintah memastikan pasokan liquid petroleum gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global.  

Istimewa/Humas Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus
LPG - Untuk LPG, Bahlil menyebut cadangan nasional saat ini mencapai 15,66 hari. Pemerintah memastikan ketersediaan energi, baik BBM maupun LPG, dalam kondisi terjaga menjelang peningkatan konsumsi pada periode hari raya Idulfitri 2026. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah memastikan pasokan liquid petroleum gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global.  

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kontrak impor dengan Australia untuk memenuhi kebutuhan LPG dalam waktu dekat. 

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” tambah Bahlil usai Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3). 

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. “Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Baca juga: MINYAK Terbatas Usai Selat Hormuz Ditutup, Kendaraan Listrik Pilihan di Tengah Ketegangan Geopolitik

Baca juga: PELURU Nyasar Tembus & Bersarang di Tulang Paha Bocah 12 Tahun di Karangasem, Hendak Berburu Tupai

Sementara itu, untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain. “Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” kata Bahlil.

Pemerintah memastikan langkah antisipasi pasokan LPG dengan mendatangkan tambahan kargo impor di tengah dinamika pasar global. 

Bahlil mengungkapkan, cadangan LPG nasional saat ini berada di level 15,66 hari. Pemerintah terus memantau perkembangan pasokan global dan menyiapkan strategi pengamanan stok menjelang peningkatan konsumsi pada periode hari raya. “Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik. Dari total impor sekitar 7,6 juta ton per tahun, sekitar 70 % –75?rasal dari Amerika Serikat, sekitar 20?ri kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Menurut Bahlil, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pasokan melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara untuk mengurangi risiko gangguan suplai. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan global, termasuk dinamika permintaan di sejumlah negara konsumen besar.

Selain dua kargo yang segera masuk, pemerintah juga telah menjadwalkan tambahan pasokan LPG pada periode berikutnya. Satu kargo dijadwalkan masuk pada awal Maret, disusul satu kargo lainnya beberapa hari kemudian. Dengan tambahan pasokan tersebut, Bahlil memastikan ketersediaan LPG nasional pada periode Januari hingga April dalam kondisi aman. (kontan)

Jamin Ketersediaan Stok BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nasional dalam posisi aman menjelang periode hari raya Idulfitri 2026.

Bahlil memaparkan, cadangan bensin subsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal cadangan nasional. Sementara itu, cadangan Pertamax (RON 92) tercatat 28 hari, jauh di atas batas minimal 11 hari. 

Adapun untuk BBM non-subsidi dengan angka oktan lebih tinggi, seperti Pertamax Turbo (RON 98), cadangan nasional mencapai 31 hari. “Untuk urusan bensin Insyaallah clear,” ujar Bahlil saat melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3).

Di sisi lain, cadangan solar subsidi tercatat sebesar 16,41 hari, juga berada di atas ambang batas minimal nasional. Untuk solar non-subsidi, cadangan mencapai 46 hari. Sementara itu, stok avtur berada di level 38 hari dan minyak tanah disebut dalam kondisi aman. 

Untuk LPG, Bahlil menyebut cadangan nasional saat ini mencapai 15,66 hari. Pemerintah memastikan ketersediaan energi, baik BBM maupun LPG, dalam kondisi terjaga menjelang peningkatan konsumsi pada periode hari raya Idulfitri 2026.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved