Bisnis
ARUS Peti Kemas Tanjung Priok Kembali Normal
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Piiok saat ini sudah mulai terkendali kembali.
TRIBUN-BALI.COM - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyatakan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Piiok saat ini sudah mulai terkendali kembali. Hal tersebut terjadi karena pembatasan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok sudah tidak berlaku kembali.
“Setelah pembatasan di Pelabuhan Tanjung Priok berakhir pada 29 Maret, kondisi arus peti kemas relatif terkendali,” ujar Ketua DPD DKI Jakarta Aptrindo, Darmawan Witanto saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).
Baca juga: INFLASI Tahunan Diproyeksi Melandai, Tekanan Harga Pangan Tetap Tinggi, Bawang Putih Potensi Deflasi
Baca juga: ANTISIPASI Gangguan Keamanan Dampak Kondisi Global, Polres Gianyar Cek Kesiapan Sarpras dan Pasukan!
Darmawan atau akrab disapa Akong, menyatakan bahwa berdasarkan data pada Jumat (27/3), rata-rata tingkat keterisian lapangan penumpukan (Yard Occupancy Ratio/YoR) di terminal peti kemas Tanjung Priok masih dalam batas wajar.
Adapun berdasarkan data tersebut yakni keteririsan penumpukan yang terjadi di terminal domestik mencapai 70 persen. Kemudian di terminal Internasional 60 % ; JICT 45 % ; TPK Koja 40 % ; IPC TPK Internasional (OJA) 28 % ; dan IPC TPK Internasional (TSJ) 28 % .
Lebih lanjut, dengan adanya kelancaran arus peti kemas saat ini, Pelindo memastikan seluruh terminal siap melayani peningkatan arus barang pasca Lebaran, dengan pelayanan 24 jam 7 hari. “Diskon penumpukan juga diberikan untuk meringankan beban pelaku usaha,” kata Akong.
Aptrindo pun berharap situasi ini tetap dalam kondisi terkendali dan arus peti kemas tetap berjalan lancar pasca lebaran 2026. (kontan)
| QRIS Wondr by BNI Kini Bisa Dipakai di China |
|
|---|
| HARGA Eceran Tertinggi Minyakita Segera Naik! HET Berubah dalam Waktu Dekat, Ini Kata Kemendag |
|
|---|
| Stabilitas Industri Jasa Keuangan di Bali Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Simak Penjelasannya |
|
|---|
| RENCANA Pemprov Bali Beri Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Wuling Dukung dengan Hal Ini |
|
|---|
| DAMPAK Kenaikan Harga Plastik, Biaya Produksi Membengkak, Pedagang di Denpasar Akan Sesuaikan Harga! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peti-kemas-fegvergv.jpg)