Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

BBM Naik

NAIK Harga Dexlite dan Pertadex! Dipastikan Harga Material Pasir Meroket di Timur Bali  

Ini merupakan imbas langsung dari kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Istimewa
Lokasi penjualan material pasir di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Minggu (19/4/2026). Pedagang mengeluh kenaikan harga material pasir. 

TRIBUN-BALI.COM - Sejumlah penjual material di Kabupaten Klungkung, mengeluhkan lonjakan harga pasir dalam sepekam terakhir.

Ini merupakan imbas langsung dari kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

Seperti yang diungkapkan seorang pedagang pasir di Klungkung, I Nengah Sarta. Menurutnya kenaikan harga pasir sudah terjadi sepekan belakangan. Meskipun pemerintah baru melakukan penyesuaian harga per Sabtu (18/4/2026).

"BBM sudah ada kenaikan ya? tapi harga pasir sudah naik semingguan," ungkap Sarta saat ditemui di tempat usahanya, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: JASAD Petugas Keamanan di Gianyar Sudah Kaku Beberapa Jam, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian! 

Baca juga: BBM Non Subsidi Naik, Polisi Pantau Stok dan Penyesuaian Harga BBM di Jembrana Bali

Menutut Sarta ia mendatangkan pasir dari wilayah Karangasem. Kenaikan harga pasir telah terjadi di sejumlah lokasi Galian C di Kabupaten Karangasem. 

Berdasarkan informasi, kenaikan harga dipicu dari penyesuaian harga Dexlite dan Pertamina Dex yang menjadi bahan bakar alat berat atau ekskavator, sehingga membuat operasional di beberapa lokasi tambang juga ikut meningkat.

"Karena kenaikan harga ini, penjualan menurut. Masyrakat masih menunggu harga stabil," ungkapnya.

Sebelum kenaikan harga, Sarta mengaku membeli pasir Rp1.850.000 per truk. Namun saat ini harganya sudah melonjak jadi Rp2.300.000 per truk. "Mahal sekali pasir sekarang. Semoga saja harga segera bisa turun lagi," harapnya.

Beberapa sopir truk yang sehari-hari mengangkut pasir untuk dijual, juga terpaksa sementara memarkir kendaraannya karena pembatalan order.

Kenaikan harga pun cukup signifikan. Berdasarkan informasi di lapangan, harga pasir di lokasi tambang yang awalnya Rp800 ribu menjadi Rp1.200.000 per truk. 

Kondisi ini membuat banyak pembeli material membatalkan orderan. Sehingga sementara sopir truk pengangkut pasir harus memarkir armada mereka.

"Sudah dua hari ini saya tidak angkut pasir, pembeli cancel orderan karena harga pasir naik," ungkap seorang sopir truck asal Sidemen, Gede Aris. 

Menurutnya sebelum kenaikan harga, ia menjual pasir ke pelanggannya seharga Rp2000.000 per truk. Harga tersebut sudah termasuk biaya angkutan dan faktur (pajak). 

"Sekarang harga satu truk ke pelanggan yang kualitas baik bisa Rp2,3 juta per truk," ungkap dia.

Sementara beberapa kontraktor juga kelimpungan dengan kenaikan harga material, khususnya pasir. Menurutnya biaya operasional meningkat drastis, padahal proyek sudah berjalan.

"Naiknya benar-benar memberatkan. Harga pasir cor sampai Rp2,5 juta. Padahal proyek sudah berjalan," ungkap seorang kontaktor, Ngurah Gde. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved