Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Warga Segel Dua SD di Kecamatan Kubutambahan Bali, Yasmini Tak Tahu Pintu Pagar Digembok

Luh Yasmini, mengungkapkan penyegelan pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah saat hendak melakukan rutinitas bersih-bersih. 

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
DIGEMBOK – Kondisi SDN 5 Kubutambahan, Kabupaten Buleleng yang disegel dan pintu pagar digembok warga, Senin (19/1). Selain SDN 5, SDN 4 Kubutambahan yang berlokasi di sebelahnya juga disegel. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembelajaran tatap muka di SD Negeri 5 dan SD Negeri 4 Kubutambahan dialihkan menjadi pembelajaran daring secara mendadak pada Senin 19 Januari 2026 pagi. 

Ini karena dua sekolah tersebut disegel oleh warga setempat.

Pantauan Tribun Bali, pintu gerbang dua sekolah ini digembok serta diikat menggunakan tali nilon. 

Terdapat pula tulisan yang menyatakan bahwa lahan sekolah merupakan milik pemegang Sertifikat Hak Milik (SHM). 

Baca juga: Hari Pertama Angkutan Siswa Gratis di Dawan Bali, Yustika Dua Kali Bolak-balik Jemput Siswa

Di SDN 5 Kubutambahan tercantum SHM Nomor 05790, sementara di SDN 4 Kubutambahan yang berlokasi tepat di sebelahnya, tercantum SHM Nomor 05789 disertai larangan membuka atau merusak gembok.

Kepala Sekolah SDN 5 Kubutambahan, Luh Yasmini, mengungkapkan penyegelan pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah saat hendak melakukan rutinitas bersih-bersih. 

Namun karena pintu gerbang digembok, penjaga sekolah akhirnya menginformasikan pada guru dan kepala sekolah. 

“Kami dapat informasi bahwa pintu pagar sekolah digembok. Itu ketahuan sekitar jam 06.00 Wita. Kapan digemboknya kami tidak tahu,” ucapnya.

Yasmini mengaku sebelumnya tidak ada pemberitahuan mengenai aksi penyegelan ini. 

Oleh sebab itu siswa-siswi berangkat sekolah seperti biasa. Namun karena sekolah disegel, akhirnya proses belajar tatap muka dialihkan secara daring.

Pihak sekolah menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mengenai pembukaan segel. 

Selama segel belum dibuka, proses belajar siswa di SDN 5 dan SDN 4 Kubutambahan akan dimulai siang hari, memanfaatkan ruang belajar di sekolah terdekat.

“Pembelajaran tetap dirancang tatap muka. Mengenai lokasinya, saat ini kami masih menunggu keputusan dari SDN 4 yang sama-sama digembok. Namun secara umum ada tiga opsi, yakni SDN 1 Kubutambahan, SDN 2 Kubutambahan dan SDN 3 Kubutambahan,” sebutnya.

Pihaknya berharap persoalan penyegelan ini bisa segera diselesaikan, agar siswa-siswi bisa kembali belajar secara normal. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved