Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Penambahan Kasus HIV AIDS di Denpasar Setiap Tahunnya Capai 900 Kasus

Selain itu, juga melakukan sosialisasi pencegahan HIV AIDS termasuk menghapus stigma kepada ODHIV.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Perayaan Hari AIDS Sedunia 1 Desember dengan pembagian bunga mawar di Denpasar. Kasus HIV AIDS di Denpasar Bali Capai 900 Kasus Setiap Tahunnya, Ajak Masyarakat Hapus Stigma 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setiap 1 Desember dirayakan Hari AIDS Sedunia.

Di Denpasar, perayaan Hari AIDS ini dilakukan dengan melakukan pembagian mawar.

Selain itu, juga melakukan sosialisasi pencegahan HIV AIDS termasuk menghapus stigma kepada ODHIV.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memaparkan, pihaknya menekankan kolaborasi dan partisipasi masyarakat untuk melawan HIV AIDS.

Apalagi, penambahan kasus di Denpasar setiap tahunnya cukup tinggi berkisar antara 800 hingga 900 kasus.

Baca juga: Indonesia Berduka, 442 Meninggal dan 402 Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Sumatera-Aceh

Menurutnya, sampai saat ini, jumlah penderita HIV AIDS di Denpasar sebanyak 17.028 kasus.

Rinciannya yakni HIV sebanyak 9.824 dan penderita AIDS sebanyak 7254. 

"Penambahan kasus baru setiap tahunnya  tergolong tinggi di Denpasar, 800 sampai 900 kasus," papar Arya Wibawa, Senin, 1 Desember 2025.

Baca juga: Operasi Zebra Dinilai Efektif Menekan Fatalitas Kecelakaan di Jembrana, Korban Meninggal Turun

Sementara untuk risiko penularan tertinggi adalah dari pola hidup heteroseksual mencapai 71 persen.

Kemudian disusul homoseksual 21 persen dan penggunaan jarum suntik 4 persen, serta penularan dari ibu ke bayi 2 persen.

Sedangkan dilihat dari golongan umur, terbanyak adalah usia produktif pada rentang 20 - 59 tahun.


Rinciannya, usia 20 - 29 tahun memiliki persentase tertinggi yakni 38 persen, disusul usia 30 - 39 tahun sebanyak 33 persen dan usia 40 - 49 tahun sebanyak 16 persen.


"Ini perlu dilakukan akselerasi dan intervensi agar kasus tidak berkembang. Dengan usia 20 sampai 29 tahun, berarti mereka sudah 5 atau 10 tahun sebelumnya sudah terkena kasus itu. Itu saat mereka masih anak-anak remaja," paparnya.


"Karena itu, kami akan lakukan inovasi, akan polakan bagaimana menekan laju kasus. Di Denpasar kami sudah lakukan langkah agresif dari akses layanan pengobatan, perawatan dukungan di seluruh Puskesmas dan beberapa RS swasta," katanya.


Untuk layanan HIV di Kota Denpasar menyediakan tes HIV di 33 unit layanan, pengobatan CST HIV di 31 unit layanan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved