Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

Trauma Banjir Denpasar Terulang, Dicky Rela Putar Balik dari Tujuan Malang, Demi Hewan Peliharaan

Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar sejak Sabtu 13 Desember 2025 memicu banjir parah di berbagai titik wilayah Denpasar Barat

Istimewa
EVAKUASI - Evakuasi warga terdampak banjir Denpasar pada Minggu 14 Desember 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar sejak Sabtu 13 Desember 2025 memicu banjir parah di berbagai titik wilayah Denpasar Barat, Kota Denpasar.

Ketinggian air yang mencapai setinggi bahu orang dewasa tak hanya melumpuhkan aktivitas, namun juga membangkitkan trauma lama bagi warga. 

Di tengah kepanikan ini, seorang warga Denpasar, Dicky Utomo, hingga rela membatalkan perjalanan jauh demi memastikan keselamatan rumah dan hewan peliharaannya.

Baca juga: Perumahan di Denpasar Bali Terendam Banjir Hari Ini, 20 Warga Dievakuasi Kini Sudah Kembali

Dicky Utomo, warga yang tinggal di Jalan Imam Bonjol Denpasar Barat, sempat merasa lega karena telah memulai perjalanan ke Malang

Namun, kabar mengenai banjir membuat pikirannya kacau, terutama kekhawatiran terhadap binatang peliharaannya di rumah.

"Iya sempat banjir semalam. Saya semalam sudah perjalanan ke Malang, tapi aku akhirnya balik lagi saat sampai Jembrana itu sekitar jam 1 mendengar kabar banjir di Denpasar," ujar Dicky kepada Tribun Bali, pada Minggu 14 Desember.

Baca juga: Hujan Lebat, Banjir Landa 8 Titik di Denpasar Bali Hari Ini, Ada yang Setinggi Dada Orang Dewasa

Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh dan memakan waktu berjam-jam, Dicky mengambil keputusan karena bayangan bencana serupa pada September lalu masih menghantuinya. 

"Saya kepikiran anak-anak (hewan peliharaan,-Red). Takut keulang lagi banjir kayak September. Sangat trauma saya," ungkapnya. 

Dicky akhirnya kembali ke Denpasar pada pukul 01.00 WITA. Sepulang ke rumah ia ketinggian air saat itu sekitar sebetis.

Perasaan frustrasi dan kritik pun tak terhindarkan kepada pemerintah.

Baca juga: DAMPAK Banjir di Karangasem, Ruang Kelas SMPN 3 Manggis Terendam Lumpur, Siswa Bersihkan! 

"Apa langkah pemerintah kalau seperti ini terulang terus," cetusnya, sembari menyinggung masalah tumpukan sampah sebagai salah satu pemicu. 

Sementara itu, kondisi di Perumahan Buana Permai, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat, jauh lebih mencekam. 

Air meluap dan merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai setinggi bahu orang dewasa, terjadi sejak malam dan terus meningkat hingga pagi hari.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, aparat Kepolisian, Babinsa Koramil 1611-07/Denbar, serta aparatur Kelurahan Padangsambian langsung sigap terjun ke lokasi.

Baca juga: Air Setinggi 80 CM Menerobos, SMPN 3 Manggis Terdampak Banjir, Tembok Roboh, Kelas Tergenang Lumpur

Ketinggian air setinggi pundak orang dewasa dan dapat membahayakan bagi yang tak bisa berenang, sehingga evakuasi warga yang rentan menjadi prioritas petugas.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved