Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Rabies di Bali

Capaian Vaksin Rabies Sepanjang 2025 di Denpasar 92,61 Persen, Kasus Positif pada Anjing 24 Ekor

Cakupan vaksinasi rabies di Kota Denpasar mencapai 92,61 persen. Jumlah ini setara dengan 76.444 ekor

Tayang:
Istimewa
VAKSINASI - Pelaksanaan vaksinasi anjing di Kota Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Cakupan vaksinasi rabies di Kota Denpasar mencapai 92,61 persen.

Jumlah ini setara dengan 76.444 ekor dari total populasi anjing di Denpasar.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, Minggu, 4 Januari 2026.

Suparmi mengatakan, target vaksinasi anjing di tahun 2025 yakni 91,2 persen dari jumlah populasi.

Baca juga: Meningkat 100 Persen, Jembrana Bali Catat 114 Ekor Kasus Positif Rabies, Didominasi Anjing

"Capaian pada tahun 2025 telah melampaui target. Estimasi populasi anjing di tahun 2025 sebanyak 82.545 ekor," kata Suparmi.

Sementara itu, untuk jumlah kasus positif rabies pada anjing sepanjang tahun 2025 sebanyak 24 kasus.

"Tidak ditemukan ada kasus rabies pada manusia," imbuhnya.

Dengan cakupan vaksin yang tinggi ini, pihaknya berharap bisa menekan kasus positif rabies pada anjing. 

Baca juga: 3 TEWAS Suspek Rabies di Jembrana, Jangan Abaikan Gigitan Anjing, Apalagi di Bagian Resiko Tinggi

Sehingga Denpasar bisa kembali zero rabies.

Selain vaksin secara door to door Dinas Pertanian Kota Denpasar juga melibatkan desa dan kelurahan dengan membentuk Tim Siaga Rabies (Tisara).

Lewat tim ini dilakukan pendataan populasi anjing dan HPR lainya.

Tak hanya itu, masyarakat banjar juga turut dilibatkan untuk memberikan informasi terkait adanya HPR dan kasus gigitan anjing. 

Baca juga: IMA Meninggal Suspek Rabies di Jembrana Bali, Sempat Tidak Berani Angin dan Air

Sehingga secara berkelanjutan dapat dilaksanakan pemantauan secara intensif. 

"Dari pendataan ini akan memperoleh data populasi dari kepemilikan masyarakat hingga keberadaan anjing liar, sehingga penyebaran rabies dapat ditekan," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus menggencarkan Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang bahaya penyakit rabies dan resiko yang ditimbulkan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved