Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung

HAMPIR Ulah Pati di Denpasar! Ini Alasan Pemuda Kodya Nekat Akhiri Hidup

Nyawa pemuda tersebut berhasil diselamatkan di sebuah rumah kos, Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 6 Januari 2025 dini hari. 

Tayang:
Istimewa/Polresta Denpasar
Percobaan mengakhiri hidup seorang pemuda di sebuah rumah kos, Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 6 Januari 2025 dini hari. 

Tribunners, berita ini bukan bentuk dukungan pada aksi ulah pati atau bunuh diri. Alangkah baik dan bijak, tatkala kita semua saat sedang menghadapi tekanan hingga beban mental. Bercerita kepada para ahli seperti Psikolog maupun Psikiater. Teman-teman bisa bertanya langsung ke Dinas Sosial atau puskesmas, rumah sakit terdekat jika perlu bantuan. 

 

TRIBUN-BALI.COM - Aksi ulah pati baru saja terjadi lagi di Jembatan Tukad Bangkung. Tapi hanya dalam kurun waktu 24 jam, dua pemuda di Kota Denpasar, Bali, dilaporkan melakukan percobaan mengakhiri hidupnya. 

Faktor tekanan psikologis menjadi pemicu di kalangan generasi muda, seperti pada motif yang dilakukan IGNRS nekat mencoba ulah pati karena rasa haus akan perhatian keluarga. 

Nyawa pemuda tersebut berhasil diselamatkan di sebuah rumah kos, Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Selasa 6 Januari 2025 dini hari. 

Peristiwa diketahui bermula sekitar pukul 01.25 WITA. Kakak perempuan korban, berinisial GACY, panik setelah menerima pesan singkat bernada putus asa dan ucapan perpisahan dari adiknya. 

Saat mencoba dihubungi kembali, ponsel korban sudah tidak aktif. Khawatir sang adik melakukan tindakan nekat, GACY segera menghubungi layanan darurat Polri 110.

 

Baca juga: KOSTER Tak Masalah Dibully, Malah Dunia Sepi Tanpa Netizen dan Medsos, Asal Masih Batas Wajar !

Baca juga: RENCANA Koster Lanjutkan Pembangunan Shortcut Titik 9-10, Juga Jembatan Lembongan-Ceningan di Bali

Baca juga: DISKUSI Bareng Pansus TRAP Berujung Panas, Jimbaran Hijau Sebut Tetap Eksekusi Pura, Ini Alasannya!

 

Tak butuh waktu lama, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Denpasar Selatan langsung meluncur ke lokasi kejadian. 

Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan IGNRS dalam kondisi fisik yang sehat namun secara emosional sangat rapuh. Kepada polisi, ia mencurahkan isi hatinya. 

"Berdasarkan pemeriksaan awal, IGNRS mengaku nekat ingin mengakhiri hidup karena merasa tertekan secara emosional," beber Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H.

Ia merasa kosong dan kurang mendapat perhatian, serta dukungan dari keluarga besarnya. Rasa kesepian yang menumpuk itulah yang memicu niatnya untuk menyerah pada keadaan.

"Petugas kami di lapangan tidak hanya melakukan pengamanan secara fisik, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif dan humanis. Kami memberikan arahan agar yang bersangkutan memahami bahwa setiap masalah ada solusinya dan tindakan nekat bukanlah jawaban," ujarnya. 

Kejadian yang menimpa IGNRS, seolah menyambung peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Senin 5 Januari 2025 sore, seorang pemuda berinisial GIG (27) juga melakukan aksi serupa di Jalan Pondok Indah dengan cara menenggak cairan deterjen hingga harus dilarikan ke RSUD Wangaya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved