LSD di Bali
Distan Denpasar Awasi Kedatangan Sapi Dari Luar Denpasar Bali Untuk Cegah LSD
Kasus LSD pada sapi ditandai dengan adanya banyak benjolan pada kulit sapi dan apabila sudah masuk stadium tinggi bisa menyebabkan kematian.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengawasan sapi yang masuk ke Kota Denpasar, Bali, kini diperketat.
Hal ini berkaitan dengan temuan Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol di Jembrana.
Apalagi, kebanyakan sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) berasal dari luar Denpasar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kota Denpasar, Drh. Ni Made Suparmi mengatakan, sapi tersebut berasal dari Pasar Beringkit, Tabanan, Karangasem dan Bangli.
Baca juga: MESKI Belum Ada Temuan LSD di Badung, Namun Jual-Beli Sapi di Pasar Hewan Beringkit Diawasi Ketat!
"Pengawasan kita lakukan di RPH, karena sapinya banyak dari luar Denpasar," katanya.
Suparmi menambahkan, sampai saat ini tak ditemukan kasus LSD di Denpasar.
Meski begitu, pengawasan dan upaya pencegahan telah dilakukan Denpasar.
Salah satunya dengan melakukan biosekuriti pada kandang dan vektor atau pembawa virus.
"Kami juga tetap mengimbau peternak menjaga imunitas ternak dengan pemberian pakan dan minum yang cukup," paparnya.
Dinas Pertanian melakukan pelayanan kesehatan dan pemberian desinfektan sekaligus KIE terkait antisipasi penyebaran Penyakit LSD pada kelompok ternak.
"Kami memberikan injeksi vitamin dan pemberian bantuan desinfektan dan obat ektoparasit," paparnya.
Kasus LSD pada sapi ditandai dengan adanya banyak benjolan pada kulit sapi dan apabila sudah masuk stadium tinggi bisa menyebabkan kematian.
Di harapkan masyarakat yang mau membeli bibit sapi agar teliti mengecek asal usul sapi yang akan dibeli dan sebisa mungkin tidak membeli sapi dari luar Denpasar.
Sedangkan untuk populasi ternak sapi di Kota Denpasar saat ini sebanyak 1.700 ekor.
Populasi tersebut tersebar di enam kelompok ternak sapi yakni Kelompok Ternak Sedana Sari di Denpasar Barat, kelompok ternak Sartwa Wiguna dan Gotong Royong di Denpasar Utara, kelompok ternak Lunas Lanus dan Sedana Bhakti Pertiwi di Denpasar Timur.
Juga ada kelompok ternak sapi Bali Lestari di Denpasar Selatan. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Distan-Denpasar-Awasi-Kedatangan-Sapi-Dari-Luar-Denpasar-Bali-Untuk-Cegah-LSD.jpg)