Berita Denpasar
40 Teba Modern Telah Dibangun di 16 Pasar yang Dikelola Perumda Pasar Denpasar
40 Teba Modern Telah Dibangun di 16 Pasar yang Dikelola Perumda Pasar Denpasar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Terkait penanganan sampah di pasar tradisional yang ada di Denpasar, Perumda Pasar Sewakadharma melakukan pembuatan teba modern.
Teba modern ini tersebar di 16 pasar yang dikelola Perumda Pasar.
Pembangunan teba modern ini sesuai dengan saran dari tim Lingkungan Hidup yang sempat turun ke pasar.
Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan beberapa saran yang diterima tim LH yakni pemilahan, pengadaan mesin pencacah, hingga pembuatan teba modern.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Sepedas Rasanya, Sentuh Rp110 Ribu Per Kilogram di Bali
"Untuk teba modern sekitar 40 di semua pasar," paparnya.
Terkait mesin pencacah, saat ini pihaknya belum melakukan pengadaan.
"Mesin pencacah belum, kami masih memperhitungkan kebutuhan mesinnya," imbuhnya.
Baca juga: Sempat Minta Tolong Kesakitan, Pria Ditemukan Meninggal di Denpasar
Sementara untuk botol, pihaknya bekerjasama dengan pemulung.
Sistem penukaran botol menggunakan koin.
"Kalau menaruh satu botol apat satu koin yang bisa ditukar, nilainya sekitar Rp 300," paparnya.
Terkait penanganan sampah di Denpasar, tahun 2026 ini akan ditambah 3 TPS3R menggunakan hibah lahan dari Provinsi Bali.
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengungkapkan, tiga TPS3R baru ini menyasar Pemecutan Kaja, Sidakarya, dan Sanur.
Selain itu, saat ini Pemkot juga memaksimalkan fungsi TPS3R di 24 titik di desa kelurahan di Kota Denpasar.
Pihaknya mengakui, saat ini belum bisa mengcover seluruh wilayah terutama yang tidak memiliki TPS3R.
Menjawab hal ini, Pemkot melaksanakan pengadaan mesin dengan skala penyelesaian maksimal 200 ton dengan target operasi penuh bulan Mei mendatang.
"Selain juga penambahan kapasitas mesin di sejumlah TPS3R yang akan dilakukan bertahap," kata Arya Wibawa.
Pihaknya menambahkan, jika Pemkot telah melakukan solusi di antaranya program teba modern, pengadaan komposter, dan pengelolaan sampah berbasis sumber.
"Kami telah mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis sumber rumah tangga dan telah membuat 6.000 teba modern dan akan terus bertambah," imbuhnya.
Arya Wibawa juga mengajak seluruh tokoh termasuk tokoh agama yang ada di Kota Denpasar untuk ikut mensosialisasikan pengelolaan sampah dalam ceramah atau kegiatan keagamaan kepada masyarakat.
Apalagi telah ada arahan Presiden RI agar Kabupaten/Kota di Bali melaksanakan kurve atau gerakan serentak penanganan sampah.
Selain gerakan kurve pihaknya juga telah memasifkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaiman tata kelola sampah di masing-masing rumah tangga.
Pemkot juga dibantu pemerintah pusat untuk membangun Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Kami optimis kalau ini terwujud akan meringankan pengolahan dan pengelolaan sampah di Kota Denpasar dan Bali, dengan catatan kita tidak kendorkan program pengelolaan sampah di rumah tangga dan sosialisasi. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027," paparnya. (*)
| Terminal Wangaya Diajukan Alih Fungsi, Direncanakan untuk Pasar dan Disewakan ke Pedagang! |
|
|---|
| Kelurahan Kesiman Denpasar Gelar Pendataan Penduduk Nonpermanen, Data 40 Duktang |
|
|---|
| April 2026, Inflasi Denpasar Landai, Sewa Rumah hingga Canang Sari Beri Andil |
|
|---|
| April 2026, Inflasi Denpasar Bali Melandai, Sewa Rumah Hingga Canang Sari Beri Andil |
|
|---|
| Karyawan di Denpasar Timur Nekat Gasak Motor Majikan, Ditangkap di Gilimanuk Saat Hendak Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-Pelataran-Kumbasari-Masih-Berjualan-di-Pasar-Badung-Bali.jpg)