Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Imlek di Bali

Penyeberangan Sanur - Nusa Penida Tembus 6.000 per Hari Saat Libur Imlek

Dalam sehari, jumlah orang yang menyeberang mencapai 6.000 orang. Hal ini meningkat signifikan dari hari biasa sebanyak 3.500 hingga 4.000 orang.

Tribun Bali/Putu Supartika
SOSOK - Penjelasan suasana penyeberangan di pelabuhan Sanur Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Libur panjang Imlek 2026 meningkatkan jumlah penyeberangan dari Sanur Denpasar menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, Klungkung.

Dalam sehari, jumlah orang yang menyeberang mencapai 6.000 orang. Hal ini meningkat signifikan dari hari biasa sebanyak 3.500 hingga 4.000 orang.

Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Pelabuhan Sanur, Warsita, mengungkapkan bahwa tren kenaikan trafik ini mulai terasa sejak Jumat, 6 Februari lalu.

Dan terus bertahan hingga puncaknya hari ini, 17 Februari 2026. Selain jumlah orang, frekuensi keberangkatan kapal pun turut ditambah guna mengakomodasi permintaan.

Baca juga: SUARA Minta Tolong Sebelum Ditemukan Tewas di Gudang, Dodik Sempat Mengeluh Sakit ke Rekan Kerjanya 

Baca juga: Imlek 2026, Warga Tionghoa di Gianyar Bali Rayakan Tahun Baru Cina di Cong Poo Kong Bio

"Normalnya jumlah penumpang harian berkisar 3.500 sampai 4.000 orang, namun sekarang meningkat di rentang 4.000 hingga 6.000 penumpang. Untuk intensitas keberangkatan kapal, tercatat ada sekitar 80 sampai 88 call," katanya.

Warsita menambahkan, peningkatan ini didominasi oleh pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menghabiskan masa libur panjang di destinasi populer Nusa Penida dan Lembongan. 

Pihak KSOP pun memastikan pengawasan ketat tetap dilakukan guna menjamin standar keselamatan pelayaran di tengah lonjakan arus penumpang.

Senada dengan geliat di pelabuhan, sektor akomodasi di Denpasar juga kecipratan berkah. 

Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta Putra, menyebutkan bahwa okupansi hotel selama periode Imlek ini diperkirakan mencapai angka 70 hingga 75 persen.

"Momentum libur panjang sangat berpengaruh. Saat ini sudah terlihat peningkatan pemesanan (booking) sekitar lima persen dibandingkan kondisi hari normal," katanya.

Ia menjelaskan, pesanan kamar menjelang Imlek kali ini didominasi oleh wisatawan domestik asal Jakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya. 

Kondisi ini memberikan warna berbeda bagi kawasan Sanur yang biasanya lebih identik dengan pasar mancanegara.

Sebagai gambaran, komposisi wisatawan di Sanur sepanjang tahun umumnya dikuasai turis asing yakni Eropa 40 persen dan Australia 40 % . 

Sementara porsi wisatawan domestik biasanya hanya di angka 10-15 % . 

Namun, pada momen khusus seperti Imlek atau Lebaran, kontribusi pasar domestik bisa melonjak hingga 20 % .

Dinamika reservasi saat ini juga semakin cepat berkat sistem online booking. 

Peningkatan okupansi mulai terlihat sejak sepekan sebelum hari H, dengan puncak kedatangan terjadi tepat dua hingga tiga hari sebelum perayaan Imlek pada Selasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved