Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Sekolah Berbasis Hindu Widyalaya di Denpasar Bali, Desa Adat Ditekankan Jadi Basis Pendidikan Hindu

Pendidikan di Widyalaya berfokus pada pembentukan SDM yang berkualitas secara substansi, bukan sekadar kuantitas.

Tayang:
Istimewa
Peresmian Widyalaya Kumara Loka di Jalan Tukad Mawa, Kelurahan Panjer, Denpasar. Sekolah Berbasis Hindu Widyalaya di Denpasar Bali, Desa Adat Ditekankan Jadi Basis Pendidikan Hindu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kota Denpasar kini memiliki satu lagi sekolah formal berbasis Hindu dengan terbentuknya Widyalaya Kumara Loka.

Sekolah ini berlokasi di Jalan Tukad Mawa, Kelurahan Panjer, Denpasar, Bali yang diresmikan pada Rabu 25 Februari 2026.

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan izin pendirian dan operasional oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, kepada Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa.

Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menyatakan bahwa kehadiran Widyalaya sejalan dengan misi pemerintah kota dalam memperkuat jati diri masyarakat melalui adat, agama, seni, dan budaya Bali.

Baca juga: Wali Kota Cup 2026 Resmi Dibuka, Ajang Kompetisi Wujudkan Atlet Denpasar Sehat, Kuat dan Berprestasi

Ia menekankan bahwa pendidikan di Widyalaya berfokus pada pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas secara substansi, bukan sekadar kuantitas.

Ke depannya, Pemerintah Kota Denpasar akan mendata wilayah-wilayah potensial lainnya untuk mengembangkan konsep pendidikan ini dengan satu ciri khas utama.

"Satu hal yang kami tekankan, karena ini akan berkolaborasi dan berbasis desa adat. Nah ini mungkin yang akan menjadi pembeda kami, Widyalaya nantinya berbasis desa adat," ujar Arya Wibawa.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI Komite III Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengungkapkan bahwa saat ini sebenarnya sudah terdapat dua Widyalaya di Denpasar, termasuk satu yang bersifat inklusif.

Ia mendorong penuh konsep berbasis desa adat karena dinilai memiliki modal yang kuat.

Desa adat umumnya memiliki lahan, likuiditas keuangan yang baik, serta fasilitas TK yang sudah berjalan.

"Desa adat yang mandiri secara finansial dimungkinkan untuk membangun yayasan pendidikan dari jenjang TK hingga SMA," imbuhnya.

Widyalaya menerapkan komposisi 40 persen penguatan nilai, norma, dan keimanan, serta 60 persen pembelajaran umum sesuai standar nasional maupun internasional.

Melalui model pendidikan ini, siswa diharapkan tetap mampu menguasai kemajuan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan arah dan kendali diri terhadap tradisi serta nilai-nilai luhur. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved