Berita Denpasar
Optimalkan Pelayanan Parkir, Perumda BPS Denpasar: Adukan Ketidaknyamanan Agar Bisa Ditindaklanjuti
Sebagai bentuk ketegasan, Perumda BPS memberlakukan sanksi bagi petugas yang tidak menjalankan tugas sesuai standar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perumda Bhukti Praja Sewakadharma (BPS) Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan jasa parkir di wilayahnya.
Direktur Utama Perumda BPS, I Nyoman Putrawan mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, meskipun tantangan di lapangan cukup dinamis.
Putrawan menjelaskan mekanisme kerja juru parkir (jukir) di bawah naungan Perumda BPS didasarkan pada kontrak dan pemantauan rutin.
Hal ini meminimalisir adanya jukir liar yang tidak terdeteksi.
Baca juga: Kasus Pencurian Motor di Blahbatuh Bali Terungkap, Polisi: Jangan Meninggalkan Kunci Saat Parkir
Namun, ia mengakui bahwa konsistensi pelayanan di lapangan masih menjadi tantangan besar.
"Di saat kita awasi, saat itu baik. Di saat kita sudah tidak awasi, mungkin ada penurunan kualitas pelayanan. Kami memahami petugas di lapangan harus berhadapan dengan panas, debu, dan hujan, namun secara kemanusiaan pelayanan tetap harus diberikan dengan baik," ujar Putrawan, Minggu, 26 April 2026.
Sebagai bentuk ketegasan, Perumda BPS memberlakukan sanksi bagi petugas yang tidak menjalankan tugas sesuai standar.
Pihaknya bahkan menyebut, masyarakat boleh tidak membayar, apabila tidak dapat pelayanan baik.
Namun, pihaknya meminta agar ketidaknyamanan tersebut diadukan ke Perumda.
"Kami sudah mengimbau, kalau masyarakat merasa tidak dilayani dengan baik oleh petugas kita, masyarakat boleh tidak membayar. Tetapi, mohon adukan ketidaknyamanan tersebut kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti," tegasnya.
Memasuki tahun 2026, kondisi titik parkir di Kota Denpasar dinilai cukup stabil.
Putrawan menyebutkan saat ini terdapat sekitar 700-an titik parkir yang dikelola.
Penambahan titik baru biasanya beriringan dengan penutupan titik lama yang sudah sepi atau tempat usahanya tutup.
"Lonjakan penambahan titik parkir secara drastis itu tidak ada. Dinamikanya adalah ada titik yang buka karena ada keramaian baru, namun ada juga satu-dua titik yang tutup karena memang usahanya sudah tidak beroperasi lagi," tutupnya.
Sementara untuk jumlah jukir di Kota Denpasar hampir mencapai 1.000 orang. (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Optimalkan-Pelayanan-Parkir-Perumda-BPS-Denpasar-Adukan-Ketidaknyamanan-Agar-Bisa-Ditindaklanjuti.jpg)