Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PKB Bali

1.700 Seniman Akan Jadi Duta Denpasar Dalam Ajang PKB 2026, Angkat Karya I Wayan Beratha

PKB 2026 mengusung tema sentral Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, yang menjadi acuan seluruh kabupaten/kota

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi penampilan duta Kota Denpasar dalam Pesta Kesenian Bali. 1.700 Seniman Akan Jadi Duta Denpasar Dalam Ajang PKB 2026, Angkat Karya I Wayan Beratha 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dinas Kebudayaan Kota Denpasar telah mempersiapkan seniman yang akan tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.

Dalam gelaran tersebut, Denpasar melibatkan sekitar 1.700 seniman dari berbagai sekaa kesenian. 

Jumlah tersebut belum termasuk tenaga pendukung yang juga akan terlibat dalam proses produksi hingga pementasan.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Wayan Narta mengatakan, Denpasar akan mengikuti seluruh materi dalam PKB. 

Baca juga: PKB–PLKB Bali Jadi Garda Terdepan Pastikan Layanan ‘Bangga Kencana’ Tetap Hadir di Arus Mudik

Terdapat 21 materi yang akan diikuti, meliputi lomba, pawai, parade, hingga pergelaran. 

"Semua item yang diprogramkan provinsi kami ikuti. Total ada 21 jenis materi," kata Wayan Narta.

Dari 1.700 seniman yang terlibat, sekitar 400 orang akan tampil dalam pawai pembukaan PKB. 

Penampilan tersebut akan mengikuti format yang telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi, mulai dari barisan utama, tari kreasi, hingga garapan tematik.

PKB 2026 mengusung tema sentral Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, yang menjadi acuan seluruh kabupaten/kota dalam mengemas sajian seni. 

Menyesuaikan tema tersebut, Denpasar menghadirkan garapan berbasis tradisi yang dikemas lebih kreatif.

Untuk pawai, garapan tari tradisi akan ditampilkan dalam bentuk pelegongan kreasi. 

Sementara tradisi sakral seperti Sanghyang tidak ditampilkan secara ritual, melainkan diolah menjadi pertunjukan non-sakral.

Selain itu, Denpasar juga menonjolkan revitalisasi karya klasik. 

Salah satunya dengan mengangkat kembali karya maestro karawitan Bali, I Wayan Beratha, termasuk Sendratari ‘Nara Kusuma’ yang terakhir dipentaskan pada tahun 1978. 

"Kami ingin generasi muda mengenal karya-karya maestro, tidak hanya yang populer seperti Ramayana," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved