Rabies di Bali
Putus Rantai Penularan, 28.068 dari 84.369 Ekor Anjing di Denpasar Bali Telah Divaksin Rabies
Diakuinya, upaya percepatan vaksinasi terus digencarkan untuk mengejar target kekebalan populasi.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Vaksinasi rabies untuk anjing di Kota Denpasar, Bali, kini sudah mencapai 28.068 ekor.
Jumlah ini setara dengan 33,27 persen dari populasi hingga akhir April 2026.
Sementara, untuk target cakupan vaksinasi tahun 2026 mencapai 92,65 persen.
Sedangkan total populasi anjing di Denpasar mencapai 84.369 ekor.
Baca juga: 4 Bulan Catat 23 Kasus Positif Rabies, Vaksinasi Rabies Dikebut, Libatkan Tim Eksternal
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Denpasar, Ni Made Suparmi, mengatakan sepanjang tahun 2026 ini, ada dua kasus positif rabies pada anjing yang terkonfirmasi.
Kasus tersebut berasal dari anjing liar.
Diakuinya, upaya percepatan vaksinasi terus digencarkan untuk mengejar target kekebalan populasi.
"Vaksinasi menjadi langkah utama dalam memutus rantai penularan rabies, terutama pada populasi anjing yang berisiko tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan anjing liar menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian rabies di perkotaan.
Selain sulit dijangkau, mobilitas anjing liar yang tinggi berpotensi memperluas penyebaran virus.
Distan Denpasar kini mengintensifkan strategi jemput bola melalui vaksinasi door to door, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, termasuk memastikan vaksinasi rutin.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor jika menemukan kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) serta menghindari kontak dengan anjing liar.
Langkah cepat dinilai krusial untuk mencegah rabies berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang lebih luas. (*)
Kumpulan Artikel Rabies
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Putus-Rantai-Penularan-28068-dari-84369-Ekor-Anjing-di-Denpasar-Bali-Telah-Divaksin-Rabies.jpg)