Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Jelang Penutupan TPA Suwung Bali, Denpasar Target Tangani 900 Ton Sampah Per Hari

Saat ini total sampah yang mampu diolah TPS3R mencapai 66.831 kilogram atau sekitar 66,8 ton per hari.

Tayang:
Istimewa
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama jajarannya saat meninjau instalasi mesin TPST Tahura Ngurah Rai I Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar pasang target tinggi terkait penanganan sampah jelang penutupan total TPA Suwung pada Agustus 2026 nanti.

Dalam sehari ditarget 900 ton sampah bisa tertangani dengan berbagai skema.

Penanganan sampah akan dilakukan dari sumber melalui penguatan pengelolaan di hulu, tengah, dan hilir.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, penanganan sampah dari hulu terus diperkuat melalui pembangunan teba vertikal modern dan distribusi komposter bag di desa dan kelurahan. 

Baca juga: DLHK Badung Salurkan 90 Ribu Tong Komposter Untuk Tangani Sampah Rumah Tangga, Target 141 Ribu KK

Saat ini, kemampuan pengolahan sampah di hulu mencapai 189 komposter yang dapat mengelola 168 ton sampah organik per hari.

Ditambah dengan dukungan 4.062 teba vertikal dan 176.413 komposter bag pada 2026.

"Di hulu kita dorong komposter bag. Sekarang kapasitas baru sekitar 189 ton per hari. Harapan kami dengan seluruh komposter itu bisa menambah kapasitas pengolahan sampah di Denpasar," kata Jaya Negara.

Pemkot juga memperkuat pengolahan sampah di tingkat menengah melalui 23 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang tersebar di Denpasar

Saat ini total sampah yang mampu diolah TPS3R mencapai 66.831 kilogram atau sekitar 66,8 ton per hari.

Beberapa TPS3R dengan kapasitas terbesar antara lain TPS3R Paku Sari Panjer sebesar 7 ton per hari, Cemara Sanur Kaja 6,5 ton per hari, Kesiman Kertalangu 6,06 ton per hari, serta Sadu Sumerta Kaja 5,5 ton per hari. 

"Kami dorong TPS3R ini minimal bisa mencapai sekitar 80 sampai 100 ton. Sekarang di tiga TPST juga sudah kami siapkan mesin pengolahan," katanya.

Di hilir, Pemkot mengoptimalkan tiga TPST yakni TPST Padangsambian Kaja, Kesiman Kertalangu, dan Tahura. 

Melalui penambahan mesin gibrig, mesin pengolahan plastik menjadi paving, mesin pelet organik, hingga teknologi energi baru terbarukan (EBT), kapasitas pengolahan ditargetkan melonjak drastis.

TPST Padangsambian Kaja yang awalnya berkapasitas 18 ton per hari ditingkatkan menjadi sekitar 35 ton per hari. 

TPST Kesiman Kertalangu dari 19 ton menjadi sekitar 25 ton per hari. 

Sementara TPST Tahura diproyeksikan meningkat dari 35 ton menjadi sekitar 250 ton per hari.

"Di hilir tiga TPST itu targetnya sekitar 400 ton. Kalau di hulu dan tengah mencapai 500 ton, berarti sekitar 900 ton sampah bisa kita tangani," rincinya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved